Eramet Indonesia menggelar pertemuan dengan Eramet SA dan CEO Danantara di Prancis pada akhir Mei 2026. Diskusi tersebut membahas potensi kerja sama investasi di sektor nikel.
Pertemuan itu bertepatan dengan kunjungan resmi Presiden Prabowo ke Prancis. Namun, rencana akuisisi saham di PT Weda Bay Nickel belum dirinci.
>>> Dolar AS Tembus Rp 18.015, IHSG Anjlok 4,15% ke 5.693
Manajemen Eramet memastikan perusahaan asal Prancis itu berkomitmen penuh mempertahankan operasional di Indonesia. Langkah ini menepis spekulasi penarikan investasi dari industri pertambangan nasional.
CEO Eramet Indonesia, Jerome Baduelet, mengakui adanya pembicaraan dengan Danantara. Ia enggan membeberkan detail lebih lanjut.
"Kami sebagai Eramet berniat untuk tetap tinggal di Indonesia, kami ingin mengembangkan bisnis di sini, kami percaya Danantara adalah mitra yang baik bagi kami.
Jadi, pembicaraan sedang berlangsung, tapi saya tidak bisa memberi tahu lebih banyak tentang itu," ujar Jerome.
>>> Pemerintah Sediakan Layanan Cek NISN Online Lewat PIP dan KIP Kuliah
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan sikap terbuka terhadap diskusi investasi. Ia menilai Danantara dapat menjadi mitra lokal yang kuat.
"Kita sih pada dasarnya terbuka atas diskusi kemudian pembicaraan mengenai investasi yang ada di Indonesia. Kita diskusi juga dengan Eramet," kata Rosan pada Selasa (12/5/2026).
Eramet Group dilaporkan tengah mengeksplorasi opsi pendanaan internasional untuk memperkuat struktur modal. Nilai persiapan penambahan modal diproyeksikan mencapai 500 juta euro atau setara Rp10 triliun.
Manajemen Eramet Indonesia enggan berkomentar atas rumor pasar terkait potensi transaksi. Mereka menegaskan keterbukaan informasi untuk menjaring pemodal kuat yang searah visi perusahaan.
>>> Rupiah Tembus Rp18.045, Pasar Antisipasi Suku Bunga BI
Menurut laporan MySteel akhir April, Danantara dikabarkan melakukan pembicaraan untuk membeli seluruh atau sebagian saham Eramet di PT Weda Bay Nickel.
Eramet saat ini memiliki 37,8 persen saham WBN.
Negosiasi tersebut masih berada pada tahap awal. Danantara juga mungkin berpartisipasi dalam penawaran saham baru senilai €500 juta yang direncanakan Eramet tahun ini.
Sebelumnya, Danantara bersama Indonesia Investment Authority telah menandatangani nota kesepahaman dengan Eramet untuk membangun platform investasi nikel terintegrasi dari hulu ke hilir.
>>> Arab Saudi Terbitkan Sertifikat Digital Haji 2026 via Aplikasi Nusuk
Saat ini, kepemilikan saham PT Weda Bay Nickel dikuasai Tsingshan Group sebesar 51,2 persen, Eramet 37,8 persen, dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk sebesar 10 persen.
