Almarhum Malcolm Glazer membeli Manchester United pada 2005 lewat skema leveraged buyout yang membebani klub dengan utang besar.
>>> Pembeli China Tunda Impor Batu Bara dari Indonesia Akibat Regulasi Baru
Protes suporter sempat diredam oleh rentetan prestasi di bawah manajer Alex Ferguson, namun situasi memburuk setelah sang manajer pensiun pada 2013.
Sejak kepergian Alex Ferguson, Setan Merah kerap berganti nahkoda dan mendatangkan pemain bintang namun miskin prestasi.
Bahkan pada 2025, klub sempat mencatatkan sejarah kelam dengan gagal lolos ke kompetisi Eropa untuk kali pertama dalam sedekade.
Kondisi tersebut memperkuat tuntutan suporter untuk adanya reformasi kepemilikan total.
Performa tim baru membaik pada paruh kedua musim lalu hingga berhasil menembus zona Liga Champions UEFA yang mendongkrak nilai jual klub.
Manchester United tetap memegang status sebagai salah satu klub global paling bernilai dengan rekor 13 gelar Liga Primer Inggris.
Nama-nama besar seperti Cristiano Ronaldo, Paul Pogba, hingga Zlatan Ibrahimović pernah merapat ke klub ini.
Meskipun demikian, dominasi di atas lapangan kini lebih sering dikuasai oleh rival sekota mereka, Manchester City FC.
Klub tetangga tersebut mendulang banyak kesuksesan sejak berpindah tangan ke investor Abu Dhabi pada 2008.
Manchester City baru saja mengamankan trofi Piala Liga Inggris (Carabao Cup) dan Piala FA.
>>> Prabowo Peringatkan Mitra Makan Bergizi Gratis yang Curang: Segera Mengaku
Namun, mereka harus merelakan gelar juara Liga Primer Inggris jatuh ke tangan Arsenal FC yang disokong oleh miliarder asal Amerika Serikat, Stan Kroenke.