Sejumlah anggota keluarga miliarder Glazer tengah mendiskusikan kemungkinan menjual kepemilikan saham mereka di Manchester United FC.
Langkah ini diambil setelah lebih dari dua dekade menguasai klub Inggris tersebut di tengah gelombang protes suporter.
>>> Isuzu Rilis Daftar Harga Kendaraan Niaga Juni 2026, dari Traga hingga Giga
Beberapa pemegang saham dari keluarga yang berbasis di Amerika Serikat itu sedang mengkaji peluang menjual sebagian atau seluruh kepemilikan mereka.
Pembahasan internal awalnya berfokus pada penjualan mandiri oleh individu, yang kini meluas menjadi upaya meyakinkan anggota keluarga lainnya.
Rencana ini muncul saat pemilik Manchester United dihadapkan pada potensi tagihan miliaran poundsterling untuk merenovasi stadion Old Trafford.
Di sisi lain, keberhasilan mengamankan tiket Liga Champions UEFA membuka potensi pendapatan baru yang menjadi argumen untuk tetap mempertahankan investasi.
Keluarga Glazer secara keseluruhan belum mengetok keputusan final mengenai status kepemilikan klub.
Beberapa anggota keluarga dikabarkan masih menolak penjualan, sehingga transaksi akan sulit tercapai kecuali ada perubahan sikap dari internal mereka.
Perwakilan Manchester United menolak memberikan komentar terkait situasi ini. Sikap serupa juga ditunjukkan oleh pihak keluarga Glazer yang tidak merespons permintaan konfirmasi.
Potensi penjualan ini diperkirakan menarik minat dari investor Timur Tengah serta konglomerat Amerika Serikat.
Namun, calon pembeli harus merogoh kocek dalam-dalam untuk aset olahraga ini di tengah tingginya biaya pendanaan merger dan akuisisi (M&A).
Saham Manchester United saat ini diperdagangkan di kisaran US$21 per lembar di Bursa Efek New York, dengan valuasi pasar sekitar US$3,6 miliar.
>>> Toyota Avanza 2016 Jadi Pilihan Menarik Mobil Bekas Keluarga
Nilai penjualan aktual diproyeksikan jauh melampaui angka tersebut karena hak suara premium yang melekat pada saham keluarga Glazer.
Struktur kepemimpinan klub saat ini menempatkan Avram Glazer dan Joel Glazer sebagai ketua eksekutif bersama.
Sementara itu, Kevin Glazer, Bryan Glazer, Darcie Glazer Kassewitz, dan Edward Glazer menduduki posisi di dewan direksi.
Diskusi internal ini bergulir dua tahun setelah penjualan 29% saham klub kepada Jim Ratcliffe.
Kesepakatan dengan pendiri Ineos Group Holdings SA itu memberikan sang miliarder Inggris kendali atas operasional sepak bola.
Saat transaksi dengan Jim Ratcliffe terjadi, internal Glazer juga terpecah antara opsi penjualan parsial atau penuh.
Mereka akhirnya menolak tawaran dari kelompok investor Qatar yang kala itu menyodorkan dana lebih dari £5 miliar atau setara US$6,7 miliar.
Juru bicara Ineos tidak memberikan komentar segera mengenai perkembangan terbaru ini.
Pelepasan saham oleh keluarga Glazer akan menyudahi salah satu era kepemilikan paling kontroversial dalam sejarah sepak bola Inggris.
Sejak awal kedatangannya, konglomerat asal Amerika Serikat ini terus mendapat penolakan dari basis pendukung.