Garuda Indonesia mengintensifkan koordinasi dengan otoritas bandara Arab Saudi untuk memitigasi penyesuaian jadwal pemulangan jemaah haji Indonesia.
Penyesuaian ini dipicu kepadatan operasional di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pada pekan ini.
>>> AS Siap Hadapi Dampak Ekonomi Perang demi Cegah Iran Miliki Senjata Nuklir
Keterlambatan penerbangan sempat memicu teguran dari pemerintah terhadap maskapai nasional tersebut.
Dampak Penyesuaian Jadwal
Penyesuaian jadwal berdampak pada sejumlah penerbangan, termasuk kloter 2 embarkasi Banten (JKB02).
Pesawat tersebut akhirnya tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu (3/6) pukul 13.45 WIB, setelah berangkat dari Jeddah pada Selasa (2/6) pukul 22.55 waktu setempat.
Kepadatan di bandara juga memengaruhi penerbangan kloter 3 embarkasi Ujung Pandang, kloter 2 embarkasi Medan, kloter 2 embarkasi Yogyakarta, serta dua penerbangan ONH Plus dengan nomor GA981 dan GA993.
>>> 5 Rekomendasi Koper Kabin yang Awet dan Praktis untuk Liburan
Seluruh penerbangan tersebut kini telah diberangkatkan.
Corporate Sciences Division Head Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah, menjelaskan bahwa penyesuaian jadwal terjadi seiring kepadatan aktivitas operasional di Bandara Internasional King Abdulaziz.
Hal itu berdampak pada proses keberangkatan beberapa penerbangan selama periode pemulangan jemaah haji, termasuk penerbangan Haji Garuda Indonesia.
Maskapai memastikan tetap memberikan pendampingan dan memenuhi hak-hak jemaah yang mengalami keterlambatan.
Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami jemaah, serta berterima kasih atas kesabaran dan kerja sama mereka.
>>> Rico Waas Bantah Pemkot Medan Tanggung Biaya Akomodasi Piala AFF U-19
Teguran Pemerintah
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegur Garuda Indonesia setelah pesawat nomor GA 7603 rute Jeddah-Jakarta terlambat berjam-jam sejak Selasa (2/6/2026) sore waktu Arab Saudi.
Keterlambatan ini menjadi perhatian serius kementerian karena berdampak pada jemaah lanjut usia yang terpaksa menunggu lebih lama di terminal bandara.
Dahnil langsung meminta penjelasan dari maskapai dan menegaskan bahwa pemenuhan hak jemaah harus tetap diprioritaskan, meskipun kelambatan dipicu faktor kepadatan lalu lintas udara.
Ia meminta maskapai memberikan kompensasi, seperti penyediaan makanan atau kompensasi lain agar jemaah tetap nyaman.
>>> Yamaha Pramac Tampil dengan Livery Pininfarina di MotoGP Italia 2026
Kementerian memantau realisasi kompensasi tersebut setelah maskapai menyatakan kesiapannya memberikan pelayanan tambahan bagi jemaah yang terdampak.
