⌂ Beranda News IHSG Anjlok ke 5.864, Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS
News

IHSG Anjlok ke 5.864, Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS

Grafik IHSG dan rupiah melemah
Ilustrasi nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Singapura dan AS
A A Ukuran Teks16px

Hal ini memperparah situasi pasar keuangan global saat ini.

"Intinya di sini adalah tentang kebutuhan dolar yang cukup tinggi. Untuk impor komoditas, terutama minyak mentah, untuk bayar utang.

Kemudian pembagian dividen, itu juga menggunakan dolar. Kemudian masyarakat yang berpindah tabungannya dari konvensional ke valuta asing.

Yang membuat IHSG ini mengalami penurunan," jelasnya.

Ia memprediksi pelemahan ini masih berpotensi berlanjut hingga pemerintah mendapatkan sumber pendanaan eksternal baru.

Namun, opsi tersebut membawa konsekuensi kebijakan yang berat, seperti syarat dari IMF yang mengharuskan penghapusan subsidi.

"Pada saat Indonesia membutuhkan utang kemudian minta ke IMF, persyaratannya banyak. Salah satunya adalah harus menghilangkan subsidi.

Nah, ini yang ditakutkan oleh pemerintah, sehingga pemerintah pun juga serba salah," katanya.

Penurunan pasar keuangan ini memicu peringatan agar otoritas terkait segera mengambil tindakan nyata.

Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny P, mengatakan bahwa investor global saat ini sedang dalam mode sangat selektif atau risk-off.

Dalam situasi seperti itu, negara yang mampu menawarkan kombinasi antara stabilitas, kepastian kebijakan, dan prospek keuntungan yang jelas akan lebih cepat memperoleh kembali arus modal.

"Tantangan Indonesia saat ini bukan kekurangan potensi, tapi bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi keyakinan investor yang konkret dan terukur," lanjutnya.

📰 Update Terbaru