"Bagi ITSEC Asia, ini bukan sekadar tailwind bisnis. Ini adalah validasi regulasi terhadap model bisnis yang telah dijalankan perusahaan sejak awal berdirinya," ujar Patrick.
>>> Apple Agresif Promosikan Safari sebagai Browser Unggulan untuk Tandingi Chrome
Keterlibatan aktif bersama Komdigi, BSSN, Bank Indonesia, dan lembaga negara lain menempatkan perusahaan sebagai mitra strategis arsitektur keamanan digital nasional.
Posisi ini dinilai sulit direplikasi oleh pemain asing.
Patrick menambahkan bahwa Indonesia sedang berada pada momentum penting transformasi digital yang membutuhkan pondasi keamanan setara kuatnya.
"ITSEC Asia hadir untuk memastikan bahwa pertumbuhan digital Indonesia tidak rapuh di bawahnya dan bahwa kepercayaan investor terhadap ekosistem digital nasional memiliki landasan yang solid," kata Patrick.
Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas menyatakan ancaman siber bukan lagi sekadar risiko teknologi, melainkan tantangan strategis.
Tingginya aktivitas serangan menjadi pengingat pentingnya penanganan keamanan di tingkat pimpinan organisasi.
"Di tengah percepatan transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan di Indonesia, setiap institusi perlu memperkuat ketahanan siber melalui kesiapan yang matang, kolaborasi lintas sektor, serta investasi berkelanjutan pada teknologi, proses, dan sumber daya manusia," kata Slamet.
Data BSSN menunjukkan 93,78% dari seluruh anomali trafik nasional pada 2025 berbasis malware. Kecerdasan buatan juga mulai dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk rekayasa sosial dan phishing skala besar.
Menurut tim Threat Intelligence ITSEC Asia, ancaman yang berkembang paling cepat saat ini berasal dari kelompok stealer malware.
Varian ini tidak hanya mencuri kata sandi, tetapi juga mengambil cookies, session token, kredensial cloud, data browser, hingga akses aplikasi bisnis.
Data yang jatuh ke tangan peretas dapat dimanfaatkan untuk account takeover, business email compromise (BEC), penipuan, hingga menjadi pintu masuk serangan ransomware yang lebih besar.
>>> Suzuki XL7 Facelift Tertangkap Kamera di Vietnam, Bawa Tampilan Baru
Tren ini menuntut organisasi memperlakukan pencurian kredensial sebagai risiko bisnis nyata.