⌂ Beranda News Astra Siapkan Dividen Besar dan Buyback Rp8 Triliun untuk Dongkrak TSR

Astra Siapkan Dividen Besar dan Buyback Rp8 Triliun untuk Dongkrak TSR

Astra Siapkan Dividen Besar dan Buyback Rp8 Triliun untuk Dongkrak TSR
Logo PT Astra International Tbk
A A Ukuran Teks16px

PT Astra International Tbk (ASII) berkomitmen mempertahankan kebijakan dividen besar demi meningkatkan total pengembalian pemegang saham (TSR).

Langkah ini diambil di tengah penurunan harga saham sebesar 2,65% pada perdagangan Rabu (3/6/2026).

>>> Ekonomi Australia Melambat Akibat Penurunan Pengeluaran Rumah Tangga

Kondisi fundamental ASII dinilai tetap kuat. Hal itu tercermin dari catatan Verdhana Sekuritas yang dikutip Investor Daily.

Verdhana mencatat adanya kesenjangan besar antara lompatan kinerja keuangan dengan TSR perseroan yang saat ini rendah di level 6% per tahun.

"Sudah ada roadmap Astra untuk menutup selisih besar antara TSR dan lompatan kinerja keuangan dan dividen," tulis Verdhana.

Kinerja Keuangan dan Strategi Bisnis

Dalam satu dekade, ASII sukses membukukan kenaikan laba bersih tajam dari Rp13 triliun menjadi Rp33 triliun.

>>> Dewan Komisaris Pertamina Tinjau SPBU di Denpasar untuk Pastikan Kualitas Layanan

Nilai dividen per saham juga melonjak sekitar tiga kali lipat menjadi Rp390 dari sebelumnya Rp113.

Langkah strategis Astra untuk mencapai target kenaikan TSR akan difokuskan pada penajaman tiga bisnis inti. Ketiganya adalah sektor otomotif, pembiayaan, serta alat berat dan pertambangan.

Pada lini otomotif, perusahaan bakal memperkuat pangsa pasar dan ekosistem mobil bekas. Sektor pembiayaan akan memaksimalkan data puluhan juta konsumen aktif.

"Adapun di bisnis pertambangan dan alat berat, perseroan akan memperluas jasa kontrak penambangan dan purnajual untuk meraup laba dalam dolar AS dan ekspansi ke mineral lain serta ESG," tulis Verdhana.

>>> Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana di Tengah Isu Penggeledahan

Rencana peningkatan performa ini didukung dengan kedisiplinan alokasi modal. Manajemen menjaga belanja modal (capex) serta mengelola rasio dividen di kisaran 45% hingga 50%.

Verdhana Sekuritas menjabarkan bahwa manajemen ASII juga menyiapkan agenda pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp8 triliun dalam jangka waktu 12 bulan ke depan.

Program buyback tersebut dipandang sebagai Key Performance Indicator (KPI) nyata dari manajemen untuk mewujudkan kenaikan nilai bagi pemegang saham.

Atas dasar strategi tersebut, Verdhana Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham ASII dengan target harga Rp7.000 per saham.

>>> Pemerintah Permanenkan PPh Final UMKM 0,5 Persen, Pekerja Ekonomi Kreatif Dikecualikan

Target itu mencerminkan potensi keuntungan sebesar 46% dari harga penutupan terakhir di level Rp4.770.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru