Jaecoo J7 SHS-P Ardis mengandalkan sistem plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang memadukan dua sumber energi utama: baterai dan mesin konvensional.
Mode elektrik (EV) dapat diaktifkan secara optimal jika daya baterai berada di atas 30 persen. Ketentuan ini merupakan hasil riset tim pengembang teknologi hybrid Jaecoo.
>>> 19 Game Baru Diperkenalkan di PlayStation State of Play Juni 2026
Saat indikator energi baterai turun di bawah 30 persen, sistem komputer kendaraan secara otomatis menyesuaikan kebutuhan performa.
Mesin bakar akan menyala otomatis ketika mobil melaju di atas 70 km per jam.
>>> Zayn Malik Emosi Dihalangi Paparazzi di Manchester
Mesin konvensional berfungsi ganda: menyalurkan tenaga ke roda sekaligus mengisi ulang daya baterai. Proses pengisian ini membuat indikator energi pada panel instrumen berubah menjadi minus.
Mekanisme pengisian daya dari mesin bakar hanya berlangsung singkat. Begitu daya baterai kembali di atas 30 persen, sistem EV langsung mengambil alih kendali roda secara otomatis.
Pengambilalihan oleh sistem EV juga terjadi saat kecepatan turun di bawah 70 km per jam atau saat kendaraan diam (idle).
>>> IHSG Ambles ke 5.889,48, Level Terendah Sepanjang 2026 pada Sesi I 3 Juni
Daya baterai akan dikuras hingga batas minimum 25 persen sebelum mesin konvensional menyala kembali.
Manajemen energi pintar ini memungkinkan Jaecoo J7 SHS-P Ardis menempuh jarak jauh dengan konsumsi satu liter bahan bakar.
>>> Aldi Satya Mahendra Konsisten Raih Poin di World Supersport Aragon
Pengguna dapat mengisi daya di SPKLU saat baterai di level 35 persen untuk memaksimalkan mode elektrik tanpa perlu mengisi bensin.