Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada sesi I perdagangan siang ini, Rabu (3/6). Indeks saham kini bergerak menjauh dari kisaran level 6.000.
Data perdagangan RTI Business menunjukkan IHSG melemah 4,02% ke posisi 5.946,67 di pertengahan sesi I.
>>> Mitsubishi Estate Hadirkan Grand Outlet Bali Mulai Juli 2026
Padahal, IHSG sempat bergerak menguat hingga menyentuh level 6.213,80 pada saat pembukaan pasar.
Volume dan Nilai Transaksi
Volume perdagangan tercatat mencapai 20,72 miliar saham. Nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 11,76 triliun.
Frekuensi perdagangan di lantai bursa terpantau sebanyak 1.432.965 kali.
>>> Mendiktisaintek Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Pemalsuan Riset WNI di Denmark
Mayoritas Saham Melemah
Pergerakan saham didominasi oleh 676 saham yang melemah. Sementara itu, hanya 56 saham yang menguat, dan 81 saham lainnya bergerak stagnan.
Sepanjang tahun 2026 berjalan, indeks saham domestik ini mencatatkan tren penurunan hingga 31,19%.
Indeks LQ45 Ikut Tertekan
Koreksi serupa menimpa papan perdagangan utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks LQ45 ikut melemah sebesar 3,81% pada waktu yang sama.
>>> Petrosea Siap Sokong Rights Issue Singaraja Putra Rp 1,3 Triliun
Sebagian besar saham penghuni indeks likuid ini tertekan ke zona merah.
Saham Penggerak Pasar yang Merosot
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) anjlok 11,36% ke harga Rp 2.340 per saham.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terpangkas 3% menuju level Rp 5.650 per saham.
>>> BAIC Indonesia Kenalkan BJ30 Hybrid Antisipasi Kenaikan Harga BBM
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengalami penurunan hingga terkena Auto Reject Bawah (ARB) sebesar 14,96% ke harga Rp 108 per saham.