Saham emiten konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), anjlok 13,95 persen ke level Rp 1.635 pada sesi I perdagangan Rabu (3/6/2026) di Jakarta.
Penurunan ini dipicu aksi jual deras investor.
>>> Toyota Hilux BEV Terdeteksi di Data NJKB DKI Jakarta, Sinyal Segera Hadir
Aktivitas perdagangan saham TPIA mencatatkan volume 961 juta saham yang ditransaksikan sebanyak 89.458 kali, dengan nilai transaksi total mencapai Rp 1,68 triliun.
Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas, saham TPIA membukukan nilai penjualan bersih atau net sell sebesar Rp 242,6 miliar.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara saham-saham lainnya.
>>> DPRD Jatim Apresiasi Perombakan Pimpinan Badan Gizi Nasional
Kondisi ini membalikkan performa TPIA yang pada perdagangan 2 Juni sempat menguat 6,44 persen.
Meski demikian, saat itu investor asing tetap mencatatkan net sell senilai Rp 253,67 miliar.
>>> Rupiah 3 Juni 2026 Tembus Rp 17.914 per Dolar AS, Tertekan Konflik Global
Faktor Lain yang Mempengaruhi
Penurunan performa TPIA juga terjadi setelah emiten tersebut tidak masuk dalam perhitungan MSCI Global Standard Index saat momentum rebalancing indeks pada Jumat (29/5/2026).
Sebelum penyesuaian indeks, terdapat lima saham yang dibeli dalam jumlah besar oleh investor domestik di tengah situasi pasar bergejolak.
TPIA termasuk di dalamnya.
>>> Paradoks Kecantikan di Era AI: Antara Kesempurnaan Digital dan Autentisitas
Data Stockbit Sekuritas menunjukkan nilai net buy investor domestik untuk kelima emiten tersebut:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp 1,95 triliun
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp 1,93 triliun
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp 1,61 triliun
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Rp 738 miliar
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp 389 miliar