⌂ Beranda News Saham Victoria's Secret Cetak Rekor Usai Penjualan Bra Meningkat
News

Saham Victoria's Secret Cetak Rekor Usai Penjualan Bra Meningkat

Toko Victoria's Secret dengan pajangan bra
Toko Victoria's Secret dengan pajangan bra
A A Ukuran Teks16px

Saham Victoria's Secret & Co. melonjak 47 persen pada penutupan perdagangan Selasa. Kenaikan ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah perusahaan pakaian dalam tersebut.

Lonjakan terjadi setelah perusahaan berhasil melampaui estimasi laba dan menaikkan prospek penjualan tahunan. Nilai pasar Victoria's Secret meningkat hampir empat kali lipat dalam setahun terakhir.

Perusahaan menaikkan panduan penjualan bersih tahunan menjadi hingga US$7,13 miliar. Sebelumnya, proyeksi berada di angka US$6,95 miliar.

Penjualan kuartalan tercatat sebesar US$1,56 miliar hingga 2 Mei. Pertumbuhan pendapatan tahunan ini berhasil dibukukan selama empat kuartal berturut-turut.

Fokus pada kategori bra dan merek Pink untuk konsumen muda menjadi pendorong utama. Sebagai bagian dari reposisi merek, perusahaan juga telah mengubah kode saham perdagangan menjadi VSXY.

Chief Executive Officer Victoria's Secret Hillary Super menjelaskan bahwa lini produk bra berhasil memperluas pangsa pasar.

Pertumbuhan terbesar tercatat pada kelompok konsumen dengan pendapatan tahunan di bawah US$50.000 dan di atas US$200.000.

"Konsumen kami sangat kuat," ujar Hillary Super. Pihak manajemen juga mencatat peningkatan penjualan untuk produk yang tidak mendapatkan potongan harga selama kuartal tersebut.

Lonjakan saham ini juga dipengaruhi oleh posisi short pelaku pasar yang mencapai 19 persen dari saham beredar. Data tersebut berasal dari S3 Partners.

Analis Jefferies Corey Tarlowe memberikan catatan positif mengenai capaian performa keuangan kuartal terbaru. Ia menyebutnya sebagai "titik balik yang jelas dalam bisnis."

Menurut Corey Tarlowe, hasil keuangan tersebut membuktikan bahwa perusahaan mampu mempertahankan pelanggan inti sekaligus menarik konsumen baru.

Di tengah perbaikan kinerja ini, manajemen juga menghadapi tantangan dari investor aktivis BBRC International Pte. milik miliarder Brett Blundy.

BBRC mendesak pemegang saham memilih menentang Ketua Dewan Donna James. Mereka menilai pengambilan keputusan buruk di masa lalu memicu penurunan penjualan.

Hillary Super menyatakan bahwa dirinya sejauh ini hanya berkomunikasi dengan pihak BBRC dalam pertemuan investor triwulanan resmi.

Sementara itu, investor aktivis lainnya yaitu Barington Capital dilaporkan telah melepas seluruh kepemilikan investasi mereka.

Agenda pemungutan suara oleh para pemegang saham Victoria's Secret dijadwalkan berlangsung dalam rapat umum pemegang saham tahunan pada 11 Juni mendatang.

📰 Update Terbaru