Bayi yang menangis saat tidur merupakan hal yang umum terjadi, terutama pada bayi baru lahir hingga usia satu tahun.
Tangisan bisa muncul sekejap lalu mereda sendiri, atau membuat anak terbangun dan sulit ditenangkan.
>>> Bahasa Inggris Wajib SD 2027, Pakar Unair: Risiko Ketimpangan Mengintai
Menurut Healthline, suara tangisan anak dapat menjadi petunjuk utama.
Jika bayi menangis karena popok basah, lapar, kedinginan, atau sakit, biasanya ia tidak bisa tenang dalam satu hingga dua menit.
Penyebab Bayi Menangis Saat Tidur
Bayi usia satu hingga tiga bulan sering terbangun malam hari karena lapar dan belum memiliki pola tidur stabil.
Lambung mereka yang kecil membuat pasokan nutrisi cepat habis.
Siklus tidur bayi lebih banyak berada dalam fase REM (tidur aktif) yang berlangsung sekitar 40-60 menit. Fase ini rentan memicu gerakan refleks dan tangisan.
Rasa tidak nyaman akibat popok penuh, gatal, atau nyeri saat tumbuh gigi (usia 4-7 bulan) juga memicu gelisah.
>>> 4 Model Kacamata Terbaik untuk Pemilik Wajah Bulat
Aktivitas berlebihan sebelum tidur dapat menyebabkan overstimulasi.
Sistem pencernaan yang belum matang sering menimbulkan ketidaknyamanan perut. Pada usia 6-9 bulan, kecemasan perpisahan (separation anxiety) mulai muncul.
Kelelahan berlebih justru meningkatkan hormon stres, sehingga anak menjadi rewel. Masalah kesehatan seperti demam, kolik, infeksi telinga, atau gangguan pencernaan juga menjadi pemicu.
Cara Menenangkan Bayi yang Menangis Saat Tidur
Ciptakan rutinitas tidur konsisten seperti mandi air hangat, pijatan, atau membacakan cerita. Pastikan asupan nutrisi anak terpenuhi sebelum tidur.
Gunakan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu tebal. Periksa popok secara berkala untuk menjaga kenyamanan sepanjang malam.
Penelitian dari RIKEN Center for Brain Science di Jepang menunjukkan bahwa menggendong bayi sambil berjalan selama 5 menit efektif menenangkan dan menurunkan detak jantungnya.
>>> Spesifikasi dan Harga Bekas Samsung Galaxy A51 di 2026
Namun, detak jantung akan meningkat kembali jika pengasuh berhenti berjalan.
Membedong bayi baru lahir secara aman dapat memberikan rasa terlindung. Sentuhan lembut berupa usapan pendek di area perut juga mampu menenangkan anak.
Atur kamar tidur agar tetap sejuk dan tenang. Seiring bertambahnya usia, latih anak untuk menenangkan diri sendiri (self-soothing) dengan tidak langsung menggendongnya saat terbangun.
Memahami Night Terror
Night terror adalah gangguan tidur yang membuat anak tiba-tiba berteriak atau menangis histeris tanpa benar-benar terbangun. Kondisi ini lebih sering dialami balita.
Saat serangan, anak tampak panik dan berkeringat selama beberapa menit. Fenomena ini tidak berbahaya dan anak biasanya tidak mengingat kejadian tersebut keesokan harinya.
Kapan Harus ke Dokter?
Konsultasikan ke dokter jika tangisan berlangsung tidak biasa selama 2-3 jam atau lebih. Hal ini penting untuk mendeteksi potensi masalah seperti GERD, kolik, atau alergi.
>>> Harga Tiket Resale Final Stanley Cup Carolina Hurricanes Meroket hingga Rp48 Juta
Pemeriksaan medis juga diperlukan jika tangisan disertai demam tinggi, sesak napas, muntah berulang, diare, nafsu minum menurun, berat badan tidak bertambah, atau anak tampak kesakitan saat disentuh.
Panduan Pola Tidur Sesuai Usia
- Bayi Baru Lahir (0-1 Bulan): Total tidur 16-17 jam per hari, sering terbangun untuk menyusu, belum mengenali siang-malam.
- Bayi Usia 1-3 Bulan: Ritme sirkadian mulai berkembang, pola tidur lebih teratur namun masih sering terbangun karena lapar.
- Bayi Usia 3-7 Bulan: Mulai bisa tidur lebih lama, namun sleep regression dan tumbuh gigi dapat mengganggu.
- Bayi Usia 7-12 Bulan: Sebagian besar sudah bisa tidur semalaman pada usia 9 bulan, namun kecemasan perpisahan masih bisa memicu tangisan.
- Balita (12 Bulan ke Atas): Membutuhkan 12-15 jam tidur per hari termasuk tidur siang. Perubahan rutinitas dapat menyebabkan rewel.