BRI Danareksa Sekuritas memangkas target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir tahun 2026 menjadi 7.200.
Target tersebut turun dari proyeksi sebelumnya sebesar 9.440, seperti tertulis dalam riset yang dirilis Rabu (3/6/2026).
>>> Penyebab Bayi Menangis Saat Tidur dan Cara Efektif Mengatasinya
Keputusan ini diambil akibat meningkatnya premi risiko domestik yang membayangi prospek ekonomi nasional.
Sepanjang tahun berjalan, IHSG telah terkoreksi tajam sebesar 29,1% secara year-to-date.
Penyesuaian harga di pasar keuangan dalam negeri saat ini sedang berlangsung untuk merespons berbagai risiko.
BRI Danareksa Sekuritas menegaskan bahwa pelemahan indeks acuan tersebut bukan disebabkan oleh aksi jual massal investor asing di pasar negara berkembang.
>>> Rupiah Melemah terhadap Mayoritas Mata Uang Utama pada 3 Juni 2026
"Penurunan pasar saham Indonesia lebih banyak mencerminkan kenaikan risiko spesifik domestik dibandingkan pergeseran alokasi dana global dari pasar negara berkembang," tulis riset tersebut.
Kenaikan premi risiko Indonesia dipicu oleh kekhawatiran terhadap kondisi fiskal akibat lonjakan harga minyak dunia.
Faktor lain termasuk ketidakkonsistenan kebijakan royalti tambang dan wacana penunjukan eksportir tunggal melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia.
Persepsi risiko investor juga diperburuk oleh sorotan terhadap outlook Indonesia dari Moody's dan Fitch, serta keputusan MSCI yang mengeluarkan enam saham berkapitalisasi besar.
Meski demikian, penurunan ini membuat valuasi saham dalam negeri menjadi menarik.
>>> Bahasa Inggris Wajib SD 2027, Pakar Unair: Risiko Ketimpangan Mengintai
Spread antara earnings yield IHSG dan imbal hasil obligasi pemerintah mencapai 242 basis poin.
Pertumbuhan laba emiten diperkirakan tetap solid pada kisaran 13% hingga 14% untuk beberapa tahun ke depan.
Pemangkasan target indeks dipengaruhi oleh menyusutnya premi valuasi dari kelompok konglomerasi besar di Indonesia.
Di tengah ketidakpastian, strategi investasi diarahkan pada saham defensif seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA).
>>> 4 Model Kacamata Terbaik untuk Pemilik Wajah Bulat
Selain itu, saham pertumbuhan seperti PT Indosat Tbk (ISAT), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Timah Tbk (TINS) juga direkomendasikan.