Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 tumbuh solid sebesar 5,61 persen.
Capaian ini melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN dan G20.
>>> Seskab Teddy dan Habiburokhman Tanggapi Kritik Dino Patti Djalal soal Kunjungan LN Prabowo
Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Pertumbuhan ini sekaligus menepis kekhawatiran mengenai pelemahan daya beli masyarakat.
Tiga Pilar Penopang Pertumbuhan
Akselerasi pertumbuhan pada awal tahun ini ditopang oleh tiga pilar utama.
Ketiganya meliputi konsumsi masyarakat, investasi, serta belanja pemerintah.
>>> McDonald's Indonesia Salurkan 25 Ekor Hewan Kurban dan 2.100 Paket Makanan
"Pertumbuhan 5,61% pada kuartal I-2026 ini sangat menggembirakan. Dari angka tersebut, konsumsi rumah tangga menyumbang kontribusi terbesar, yakni 2,9%," jelas Purbaya Yudhi Sadewa.
Peningkatan kontribusi tersebut mengindikasikan daya beli masyarakat berada dalam kondisi yang tangguh.
Secara mendetail, konsumsi rumah tangga mencatatkan pertumbuhan hingga 5,52 persen.
Angka ini berada di atas rata-rata historis yang biasanya berkisar 4,9 persen hingga 5 persen.
Sektor investasi memberikan sumbangan sebesar 1,7 persen.
>>> Rusia Serang Ukraina dengan Rudal dan Drone, Sembilan Tewas
Sementara belanja pemerintah berkontribusi 1,3 persen dengan tingkat pertumbuhan signifikan mencapai 21,8 persen.
"Meskipun porsi belanja pemerintah lebih kecil, pertumbuhannya sangat cepat.
Namun, dominasi konsumsi rumah tangga yang mencapai 5,52% menjadi bukti kuat bahwa daya beli masyarakat berada pada level yang sangat baik," tambah Purbaya.
Ketangguhan ekonomi domestik ini ditunjang pula oleh laju inflasi periode April 2026 yang tetap terjaga pada level 2,42 persen.
>>> Lesca Gadai Premier Hadirkan Layanan Gadai Barang Mewah untuk Likuiditas
Hal ini terjadi di tengah ketidakpastian kondisi global.