⌂ Beranda News INET Resmi Ekspansi ke Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi

INET Resmi Ekspansi ke Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi

INET Resmi Ekspansi ke Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi
Peralatan telekomunikasi fiber optik untuk jaringan
A A Ukuran Teks16px

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) resmi mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk menambah kegiatan usaha baru. Lini baru tersebut adalah perdagangan besar peralatan telekomunikasi.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) kedua yang digelar di Jakarta pada Selasa (2/6/2026).

>>> Seskab Teddy dan Habiburokhman Tanggapi Kritik Dino Patti Djalal soal Kunjungan LN Prabowo

RUPST pertama pada 19 Mei 2026 sebelumnya ditunda karena tidak mencapai kuorum.

Sebelum pembahasan lini usaha, Direktur Utama INET Muhammad Arif memaparkan kinerja keuangan perseroan.

Total aset per 31 Maret 2026 melonjak 648,39 persen menjadi Rp 5.690,55 miliar, dari Rp 760,37 miliar pada akhir 2025.

Pendapatan bersih kuartal I-2026 mencapai Rp 383,60 miliar, naik 3.069,63 persen secara tahunan.

Laba bruto juga meningkat hampir sembilan kali lipat menjadi Rp 45,99 miliar.

>>> McDonald's Indonesia Salurkan 25 Ekor Hewan Kurban dan 2.100 Paket Makanan

"Kami optimis dapat mempertahankan tren pertumbuhan ini hingga akhir 2026," ujar Muhammad Arif.

Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui tiga poin keputusan. Salah satunya adalah pengesahan laporan studi kelayakan dari KJPP MSE yang menyatakan penambahan KBLI 46523 layak dijalankan.

Persetujuan ini diikuti penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar terhadap Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 tentang KBLI 2025.

Direksi juga diberikan kuasa penuh untuk menjalankan lini baru.

>>> Rusia Serang Ukraina dengan Rudal dan Drone, Sembilan Tewas

Produk yang akan dipasarkan meliputi perangkat jaringan Fiber to the Home (FTTH), Fixed Wireless Access (FWA), serta router, switch, dan server.

Manajemen menetapkan model bisnis distribusi untuk operasional ini.

Tim awal terdiri dari empat staf, dua supervisor, dan satu manajer, tanpa merombak struktur organisasi yang ada.

Langkah ekspansi ini dipilih untuk melengkapi portofolio layanan infrastruktur yang sudah berjalan.

"Perluasan ini memberi ruang bagi INET untuk menawarkan solusi lebih lengkap kepada pelanggan, terutama mitra penyedia jasa internet dan segmen korporasi," kata Muhammad Arif.

>>> Lesca Gadai Premier Hadirkan Layanan Gadai Barang Mewah untuk Likuiditas

Melalui strategi baru ini, INET ingin memperkuat posisi tawar dalam rantai nilai infrastruktur telekomunikasi nasional sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru