Pemerintah Iran mengancam akan menghentikan proses dialog diplomatik dengan Amerika Serikat jika agresi militer Israel ke wilayah Lebanon tidak segera dihentikan.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan oleh Ketua Parlemen sekaligus Kepala Negosiator Iran untuk Amerika Serikat, Mohammad Bagher Ghalibaf.
>>> BGN Tangguhkan 2.213 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
Ghalibaf berkomunikasi melalui telepon dengan Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, pada Senin (1/6).
Teheran menyatakan kesiapannya untuk mengambil langkah ekstrem demi membela sekutunya di Timur Tengah.
Langkah ini menjadi respons langsung terhadap eskalasi serangan udara dan rencana operasi darat militer Israel di Lebanon.
"Jika kejahatan rezim Zionis di Lebanon terus berlanjut, kami tidak hanya akan menghentikan proses dialog (dengan AS), tetapi juga akan berdiri tegak untuk melawan mereka," tulis Ghalibaf melalui platform X.
Ketua Parlemen Iran tersebut menutup pesannya dengan memberikan penegasan moral terhadap gerakan perlawanan di Lebanon.
"Hidup perlawanan! Hidup pembelaan tanah air!
>>> Rupiah Melemah ke Rp 17.880,5 per Dolar AS pada 2 Juni 2026
Hidup persaudaraan bangsa Iran dan Lebanon!" pungkas Ghalibaf.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengeklaim telah meminta Perdana Menteri Israel membatalkan serangan udara skala besar ke Beirut pada Senin (1/6) malam.
Trump menyatakan bahwa perwakilan Hizbullah juga telah sepakat untuk menghentikan tembakan ke arah Israel.
"Dia memutar balik pasukannya. Terima kasih Bibi!
Saya juga telah berbicara dengan perwakilan dari para pemimpin Hizbullah, dan mereka setuju untuk berhenti menembak ke arah Israel dan tentaranya.
Begitu pula Israel setuju untuk berhenti menembak mereka," tulis Trump melalui Truth Social.
Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
>>> Kanada Hadapi Uzbekistan dalam Uji Coba Pra-Piala Dunia di Edmonton
Netanyahu menyatakan Israel bersedia menahan diri di pusat kota Beirut apabila Hizbullah menyetop rudalnya, tetapi operasi militer di selatan Lebanon tetap berjalan.
"Jika Hizbullah tidak berhenti menembaki kota-kota dan warga negara kami, Israel akan menyerang target teroris di Beirut," kata Netanyahu melalui media sosial.
Ia menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Israel (IDF) tetap dikerahkan di perbatasan selatan.
"Posisi kami ini tetap tidak berubah. IDF akan terus beroperasi sesuai rencana di Lebanon selatan," kata Netanyahu.
Di sisi lain, pihak kepresidenan Lebanon melaporkan bahwa Hizbullah telah menerima usulan draf perdamaian yang dimediasi oleh AS.
Penangguhan serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut akan ditukar dengan penghentian operasi pesawat nirawak serta rudal Hizbullah ke utara Israel.
>>> Ramalan Zodiak: Capricorn, Aquarius, dan Pisces Perlu Lebih Hati-hati
Pemerintah Lebanon kini mendesak perluasan gencatan senjata darurat, dengan negosiasi lanjutan dijadwalkan pada Selasa dan Rabu.