Grace Bell, seorang perempuan di Inggris, berhasil melahirkan bayi laki-laki sehat setelah menjalani transplantasi rahim. Prosedur ini menggunakan rahim dari donor yang telah meninggal.
Saat berusia 16 tahun, Grace didiagnosis dengan kondisi langka MRKH. Diagnosis itu menyatakan bahwa ia terlahir tanpa rahim.
>>> Park Shin Hye Kembali Bintangi The Judge from Hell Season 2
Meskipun ovariumnya berfungsi normal, Grace divonis tidak bisa mengandung secara alami. Harapan muncul saat ada kabar tentang ketersediaan donor rahim dari seseorang yang telah meninggal.
Didampingi suaminya, Steve Powell, Grace memutuskan menjalani transplantasi. Operasi berlangsung sekitar 10 jam di Rumah Sakit Churchill, Oxford, pada Juni 2024.
Setelah pulih, Grace menjalani program bayi tabung atau IVF. Prosedur transfer embrio dilakukan di Klinik Kesuburan Lister, London.
>>> Saham DCII Kembali Salip BBRI di Peringkat Kedua Market Cap BEI
Kelahiran Hugo sebagai Tonggak Sejarah Medis
Perjalanan panjang itu membuahkan hasil tepat sebelum Natal 2025. Grace melahirkan bayi laki-laki yang diberi nama Hugo, kini berusia 5 bulan.
Persalinan ini menjadi momen bersejarah di Inggris. Prosedur yang dijalani Grace merupakan salah satu dari 10 tindakan serupa dalam uji klinis di negara tersebut.
Dari total empat transplantasi rahim yang pernah dilakukan di Inggris, Hugo adalah bayi pertama yang lahir dari donor yang sudah meninggal.
>>> VinFast Viper Tantang Indomobil eMotor Sprinto di Pasar Motor Listrik Indonesia
"Saya ingin berterima kasih kepada keluarga donor atas kemurahan hati mereka. Keputusan mendonorkan organ putri mereka telah menyelamatkan banyak nyawa," ucap Grace dalam laman NHS Trust.
Prof. Richard Smith, dokter kandungan dari Imperial College Healthcare NHS Trust, menyebut keberhasilan ini sebagai keajaiban besar.
Dokter bedah Isabel Quiroga menambahkan bahwa kelahiran Hugo adalah rekor baru untuk Inggris.
>>> Fotografer Ungkap Manfaat Rutin Memotret Tumbuh Kembang Anak
"Ini tonggak sejarah yang sangat besar, memberikan harapan bagi wanita yang tidak memiliki rahim dan ingin memulai keluarga," jelas Quiroga.