Persaingan di jajaran saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin ketat.
Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) berhasil merebut kembali peringkat kedua dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
>>> Perhapi Pertanyakan Kesiapan Danantara Kelola Ekspor Batu Bara
Berdasarkan data BEI hingga penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026), kapitalisasi pasar DCII mencapai Rp 465 triliun. Sementara itu, market cap BBRI tercatat Rp 443 triliun.
Peringkat pertama masih ditempati PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 696 triliun.
Posisi keempat dan kelima diisi oleh PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
>>> Prabowo Resmi Terapkan Kebijakan Ekspor SDA Satu Pintu Lewat Danantara
Proyeksi Analis untuk BBRI
Phintraco Sekuritas memproyeksikan harga saham BBRI telah mencapai titik terendah dalam setahun. Analis meyakini fundamental emiten perbankan tersebut tetap solid.
Phintraco Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BBRI dengan target harga wajar Rp 4.280, turun dari sebelumnya Rp 4.710.
>>> Bank Mandiri Prediksi Inflasi Mei 2026 Naik ke 0,4 Persen
Rentang harga saham BBRI dalam setahun berada di Rp 2.990 hingga Rp 3.970.
Saat ini, rasio Price to Book Value (PBV) BBRI berada di 1,38 kali, di bawah 1 standar deviasi lima tahun.
Risiko utama yang dihadapi adalah potensi pembengkakan biaya dana dan tekanan pada kualitas aset, terutama di segmen mikro dan UMKM akibat suku bunga tinggi.
>>> Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP AKR per 1 Juni 2026: Diesel Turun
Berikut daftar 10 saham dengan market cap terbesar di BEI per 29 Mei 2026:
- BBCA: Rp 696 triliun
- DCII: Rp 465 triliun
- BBRI: Rp 443 triliun
- BREN: Rp 441 triliun
- BMRI: Rp 377 triliun
- MORA: Rp 330 triliun
- BYAN: Rp 328 triliun
- TLKM: Rp 300 triliun
- AMMN: Rp 239 triliun
- ASII: Rp 202 triliun