⌂ Beranda News Filipina dan Vietnam Tingkatkan Hubungan ke Kemitraan Strategis

Filipina dan Vietnam Tingkatkan Hubungan ke Kemitraan Strategis

Filipina dan Vietnam Tingkatkan Hubungan ke Kemitraan Strategis
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. dan Presiden Vietnam To Lam berjabat tangan dalam pertemuan bilateral di Manila
A A Ukuran Teks16px

Presiden Vietnam To Lam dan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menyepakati peningkatan hubungan bilateral kedua negara menjadi kemitraan strategis yang lebih baik.

Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan bilateral di Manila pada Senin (1/6/2026).

>>> Cara Cek Bansos BPNT Juni 2026 Secara Online Lewat HP

Langkah ini merupakan bagian dari akhir tur Asia Tenggara Presiden To Lam yang bertujuan memperkuat aliansi keamanan regional.

Hal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan maritim dengan China di Laut China Selatan.

"Hari ini, kami meningkatkan hubungan kami ke kemitraan strategis yang lebih baik, yang akan didefinisikan oleh jalur kerja sama yang lebih luas," kata Ferdinand Marcos Jr. selama pertemuan bilateralnya dengan pemimpin Vietnam.

Marcos menekankan pentingnya kolaborasi ini karena Vietnam merupakan satu-satunya mitra strategis Manila di Asia Tenggara. Vietnam juga menjadi pemasok utama komoditas beras ke Filipina.

>>> 5 Sumber Probiotik Alami yang Mudah Ditemukan untuk Kesehatan Usus

"Kami selalu ingin bekerja sama erat dengan Filipina untuk lebih meningkatkan kemitraan strategis kami ke tingkat yang lebih tinggi dengan substansi, komprehensivitas, dan efektivitas yang terus meningkat," kata Lam.

Kepentingan Bersama di Laut China Selatan

Kunjungan kenegaraan Lam ke Manila ini berlangsung saat kedua negara menghadapi tindakan agresif dari kapal-kapal Tiongkok di kawasan Laut China Selatan.

"Tidak diragukan lagi bahwa Filipina dan Vietnam memiliki kepentingan bersama dalam menjaga perdamaian, stabilitas, dan tatanan berbasis aturan di kawasan kita yang berlandaskan hukum internasional," kata Marcos, merujuk pada Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut.

>>> Harga Ponsel Pintar Samsung dan Apple Melonjak per Juni 2026

Sebelum tiba di Manila pada hari Minggu, pemimpin Partai Komunis Vietnam itu sempat menghadiri Dialog Shangri-La di Singapura.

Di sana, ia memaparkan visi kebijakan luar negerinya mengenai tatanan regional.

Ia menyebut "ikan besar menelan ikan kecil" saat memaparkan visinya tentang tatanan regional dalam sebuah tampilan langka dari resep kebijakan luar negeri.

Audiens internasional terdiri dari para kepala pertahanan dan diplomat.

>>> Adhisty Zara Resmi Menikah dengan Tsaqib dan Umumkan Kehamilan

Selain Filipina dan Singapura, Lam juga mengawali perjalanan regionalnya dengan mengunjungi Thailand. Kunjungan itu bertujuan untuk memperdalam hubungan pertahanan serta kerja sama teknologi hijau.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru