⌂ Beranda News GCHQ Peringatkan Risiko Senjata Siber AI dan Ancaman Hibrida Rusia

GCHQ Peringatkan Risiko Senjata Siber AI dan Ancaman Hibrida Rusia

GCHQ Peringatkan Risiko Senjata Siber AI dan Ancaman Hibrida Rusia
Ilustrasi keamanan siber dan AI
A A Ukuran Teks16px

Badan intelijen komunikasi Inggris, GCHQ, mengeluarkan peringatan terkait risiko konflik siber akibat pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang kini menyerupai skala peperangan tradisional.

Peringatan ini disampaikan di tengah meningkatnya aktivitas hibrida Rusia terhadap negara Barat pada Senin (1/6/2026).

>>> Cara Cek Bansos BPNT Juni 2026 Secara Online Lewat HP

Ancaman di Zona Abu-Abu

Direktur GCHQ Anne Keast-Butler menegaskan bahwa situasi saat ini menempatkan Inggris dan sekutunya di ruang batas antara perdamaian dan perang.

"Saya menghabiskan tiga dekade bekerja di bidang keamanan nasional dan risiko salah perhitungan saat ini adalah yang tertinggi yang pernah saya lihat," ujarnya.

Menurut Keast-Butler, akselerasi inovasi teknologi yang dilepaskan korporasi global membawa dampak masif bagi pertahanan global.

>>> 5 Sumber Probiotik Alami yang Mudah Ditemukan untuk Kesehatan Usus

"AI adalah kekuatan tak terhentikan dan membawa peluang besar. Namun, ia juga merupakan kekuatan yang membawa berbagai risiko," tambahnya.

Ia mengungkapkan bahwa Moskow secara agresif menyasar infrastruktur penting, sistem demokrasi, rantai pasok, hingga merencanakan aksi sabotase di Eropa.

>>> Harga Ponsel Pintar Samsung dan Apple Melonjak per Juni 2026

"Rusia terus meningkatkan aktivitas hibrida harian terhadap Inggris dan Eropa, membentang dari dasar laut hingga ruang siber," ungkap Keast-Butler.

Agresi siber dan hibrida di zona abu-abu ini dilaporkan menyasar fasilitas vital seperti bendungan dan pembangkit listrik di Swedia, Polandia, Denmark, serta Norwegia.

Kepala Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris Richard Horne sebelumnya menegaskan bahwa serangan siber paling serius ke negara mereka dimotori oleh Rusia, China, dan Iran.

>>> Adhisty Zara Resmi Menikah dengan Tsaqib dan Umumkan Kehamilan

GCHQ kini tengah menyusun strategi penangkalan siber nasional menggunakan teknologi agentic AI canggih untuk melindungi sektor bisnis serta infrastruktur Inggris dalam beberapa tahun ke depan.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru