Dewan Eksekutif Bank Sentral Eropa (ECB) memberikan perhatian serius terhadap rambatan inflasi akibat konflik bersenjata di Iran. Tekanan harga telah meluas ke luar sektor energi.
Pengawasan ketat ini disampaikan dalam konferensi Bank of Korea di Seoul pada Senin (1/6/2026). Demikian dilansir dari Bloombergtechnoz.
>>> Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan pada 1 Mei 2026
Dinamika harga global mengalami perubahan permanen akibat kerusakan infrastruktur energi dan gangguan rantai pasok global. Situasi tersebut memaksa para pembuat kebijakan di Eropa untuk segera mengambil tindakan responsif.
"Kita tidak lagi dapat mengabaikan guncangan ini," kata Isabel Schnabel, Anggota Dewan Eksekutif ECB.
Pernyataan itu memicu proyeksi kuat di pasar keuangan mengenai kepastian kenaikan suku bunga acuan. Pertemuan kebijakan ECB dijadwalkan pada 10-11 Juni mendatang.
Lonjakan biaya energi global dikhawatirkan bakal terus mengerek angka inflasi barang secara lebih luas.
>>> Apple Hadirkan Tiga Lini MacBook dengan Spesifikasi Berbeda
"Risiko ekspektasi inflasi yang tidak terkendali semakin meningkat," kata Schnabel, yang dikenal sebagai salah satu pembuat kebijakan paling agresif di bank sentral tersebut.
Mayoritas pejabat ECB bersikap hati-hati dalam menentukan kebijakan lanjutan pasca-Juni karena perlambatan ekonomi. Namun, Gediminas Simkus dari Lithuania mengindikasikan bahwa peningkatan suku bunga tahap kedua berpotensi besar terjadi.
"Masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa itu adalah sejumlah kenaikan tertentu dan kemudian selesai," kata Schnabel saat mengomentari jumlah kepastian penyesuaian suku bunga.
Guncangan ekonomi saat ini dianalisis berbeda dari krisis energi masa lalu. Guncangan ini berfungsi sebagai penekan permintaan global sekaligus pendorong ongkos produksi di seluruh dunia.
>>> Aktivitas Melempar Barang Bantu Stimulasi Motorik Balita
Tekanan produsen di Tiongkok juga diprediksi memperparah inflasi barang manufaktur.
"Kita benar-benar harus melihat apa yang akan terjadi," kata Schnabel menambahkan terkait evaluasi data berkala yang terus dilakukan ECB.
Laju inflasi di hampir seluruh belahan dunia diperkirakan akan terus mendapat tekanan hebat akibat disrupsi rantai pasok yang meluas.
"Kita melihat secara global bahwa tekanan pada rantai pasokan meningkat," kata Schnabel.
>>> Intel Luncurkan Arc G-Series untuk Saingi AMD di Pasar Handheld Gaming
"Ini akan memberikan tekanan inflasi di hampir seluruh dunia," pungkasnya mengenai prospek ekonomi ke depan.
