⌂ Beranda News BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem hingga 4 Juni 2026

BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem hingga 4 Juni 2026

BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem hingga 4 Juni 2026
Ilustrasi cuaca ekstrem hujan dan angin di Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas ringan sampai lebat masih berpotensi menyelimuti mayoritas wilayah Indonesia.

Kondisi dinamis ini diperkirakan berlangsung setidaknya hingga 4 Juni 2026.

>>> Kenali Tiga Ciri Orang Cerdas dari Obrolan Santai Sehari-hari

Wilayah yang Perlu Waspada

Peningkatan curah hujan dengan skala sedang hingga lebat patut diwaspadai di sejumlah daerah.

Wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.

Kewaspadaan serupa juga berlaku untuk Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, serta Papua.

BMKG juga menetapkan status siaga di wilayah Papua Pegunungan. Wilayah ini menghadapi potensi ancaman hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.

>>> Yamaha Pasarkan Tiga Varian Gear Ultima Hybrid per Juni 2026

"Hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini," kata BMKG dalam keterangan resminya, dikutip Senin (1/6/2026).

Ancaman Angin Kencang dan Bencana Hidrometeorologi

Ancaman angin kencang secara spesifik juga berpeluang melanda Aceh, Kalimantan Tengah, NTT, Sulawesi Selatan, dan Maluku.

Atmosfer yang berada dalam kondisi cukup lembab menjadi pemicu utama ketidakstabilan cuaca ini.

Kondisi lingkungan tersebut memperbesar risiko terjadinya bencana hidrometeorologi.

>>> Telkomsel Angkat Muhammad Yusuf Ateh sebagai Komisaris Baru

Perubahan cuaca yang mendadak ini harus menjadi perhatian utama masyarakat dalam mengatur pergerakan, baik melalui jalur darat, laut, udara, maupun saat beraktivitas di luar ruangan.

Imbauan BMKG

BMKG mendorong publik beserta seluruh pemangku kebijakan untuk memperkuat kesiapsiagaan di lapangan. Warga diharapkan mempertebal kewaspadaan terhadap segala dampak dari fenomena alam ini.

"Masyarakat diimbau mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh, serta membatasi aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai angin kencang dan petir," lanjut BMKG.

Bagi kawasan yang telah memasuki musim kemarau atau sedang berada dalam masa peralihan musim (pancaroba), BMKG mengingatkan agar tetap waspada.

>>> Daftar Harga Pangan 1 Juni 2026: Cabai Merah Besar Tembus Rp102.500

Fase kemarau tidak menjadi jaminan bahwa wilayah tersebut sepenuhnya terbebas dari turunnya hujan.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru