⌂ Beranda News Nvidia Targetkan Pasar CPU Baru Senilai USD 200 Miliar lewat Chip Vera

Nvidia Targetkan Pasar CPU Baru Senilai USD 200 Miliar lewat Chip Vera

Nvidia Targetkan Pasar CPU Baru Senilai USD 200 Miliar lewat Chip Vera
Chip CPU Vera Nvidia
A A Ukuran Teks16px

Nvidia kini membidik target pasar raksasa baru yang diperkirakan bernilai USD 200 miliar.

Langkah ini diambil setelah perusahaan mencatat rekor pendapatan kuartalan sebesar USD 81,6 miliar dan memproyeksikan USD 91 miliar untuk kuartal berikutnya.

>>> Kenali Tiga Ciri Orang Cerdas dari Obrolan Santai Sehari-hari

CEO dan pendiri Nvidia, Jensen Huang, mengklaim ceruk pasar potensial tersebut sebelumnya belum pernah tersentuh perusahaannya. Nvidia akan menggempur sektor ini melalui lini produk CPU terbaru bernama Vera.

Pasar CPU secara historis didominasi Intel dan AMD, sementara Nvidia menguasai pasar GPU.

Dominasi Nvidia di industri semikonduktor belakangan memicu kekhawatiran analis Wall Street mengenai siapa yang dapat menyainginya.

Persaingan di sektor chip AI semakin ketat. Bulan lalu, Amazon Web Services mengumumkan kontrak dengan Meta untuk pengadaan jutaan CPU AI buatan internal Amazon.

CEO Amazon Andy Jassy menyatakan AWS mampu memproduksi chip AI dengan kualitas setara atau lebih baik dari Nvidia.

Strategi Menghadapi Kompetitor Lewat Agentic AI

Untuk menangkis persaingan, Nvidia menghadirkan CPU Vera yang diperkenalkan pada Maret lalu. Produk ini dipasarkan secara mandiri maupun dibundel dengan GPU terbaru bernama Rubin.

>>> Yamaha Pasarkan Tiga Varian Gear Ultima Hybrid per Juni 2026

Jensen Huang meyakini Vera akan menjadi motor pertumbuhan utama baru bagi Nvidia. Chip tersebut merupakan CPU pertama di dunia yang diproduksi khusus untuk kebutuhan agentic AI.

"Vera membuka TAM baru senilai USD 200 miliar bagi Nvidia, pasar yang belum pernah kami garap sebelumnya.

Setiap hyperscaler dan pembuat sistem utama kini bermitra dengan kami untuk menerapkannya," ujar Huang dalam laporan pendapatan Nvidia.

Menurut Huang, terdapat perbedaan mendasar peran GPU dan CPU di era AI.

GPU berfungsi sebagai otak memproses pemikiran atau melatih model AI, sedangkan CPU bertindak sebagai pekerja atau agen yang mengeksekusi tugas.

>>> Telkomsel Angkat Muhammad Yusuf Ateh sebagai Komisaris Baru

Arsitektur CPU Vera didesain khusus memproses token AI secepat mungkin.

Karakteristik ini berbeda dengan arsitektur CPU cloud klasik yang dirancang dengan sistem banyak inti untuk menjalankan beberapa instansi aplikasi secara cepat.

Masa Depan Miliaran Agen Digital

Optimisme Nvidia didorong pencapaian awal di pasar.

Huang mengklaim Nvidia telah menjual CPU Vera mandiri senilai USD 20 miliar tahun ini, dan angka tersebut baru permulaan.

"Dunia saat ini memiliki miliaran pengguna manusia. Firasat saya mengatakan kelak dunia akan memiliki miliaran agen AI.

Miliaran agen itu semuanya akan menggunakan alat, layaknya kita manusia menggunakan PC hari ini," papar Huang.

>>> Daftar Harga Pangan 1 Juni 2026: Cabai Merah Besar Tembus Rp102.500

Melalui perkembangan tersebut, Huang menyimpulkan bahwa ke depannya industri teknologi akan membutuhkan jauh lebih banyak CPU untuk menopang kinerja para agen digital.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru