Putri sulung mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Mutiara Annisa Baswedan, resmi meraih gelar Master of Education dari Harvard Graduate School of Education.
Momen kelulusan ini terasa istimewa karena Mutiara menjalani studi sambil merawat bayinya yang baru berusia satu bulan saat tiba di Amerika Serikat setahun lalu.
>>> BRI Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Umat Buddha di Jakarta
Perjuangan Keluarga Muda
Anies Baswedan menyaksikan langsung putrinya berjalan menuju panggung wisuda sambil menggendong Ibrahim, buah hatinya. Suami Mutiara, Ali Saleh Alhuraiby, berdiri di samping panggung menyambut.
“Memanjatkan rasa syukur tak terhingga ketika menyaksikan Tia naik ke atas panggung wisuda di Harvard, menerima ijazah sambil menggendong Ibrahim, lalu Ali berdiri menyambut di samping panggung,” tulis Anies di akun Instagram @aniesbaswedan, dikutip Minggu, 31 Mei 2026.
Anies mengapresiasi perjuangan putri dan menantunya. Menurutnya, hasil ini merupakan buah kerja keras, ketekunan, dan komitmen kuat sebagai keluarga muda.
“Alhamdulillah, masa penuh perjuangan itu tuntas mereka lalui.
Ijazah Master of Education dari Harvard Graduate School of Education yang diterima hari ini adalah simbol pencapaian akademik, yang di baliknya ada harga kesabaran, kerja sama, dan keteguhan yang mereka bertiga harus bayar sebagai keluarga muda,” ujar Anies.
Riwayat Pendidikan dan Organisasi
Mutiara menempuh pendidikan menengah di SMP Al-Izhar Pondok Labu dan SMA Labschool Kebayoran (2012–2016).
Ia sempat mengikuti program pertukaran pelajar di Rødkilde Gymnasium, Vejle, Denmark (2014–2015) melalui AFS dan Bina Antarbudaya.
>>> Cara Cek Bansos Kemensos Online Pakai NIK KTP, Mudah dan Cepat
Pendidikan sarjananya diselesaikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (2016–2020), sebelum melanjutkan ke Harvard Graduate School of Education (2025–2026).
Mutiara juga menguasai bahasa Arab dan bahasa Perancis tingkat A2.
Selama kuliah, ia aktif di Asian Law Students' Association (ALSA) UI dan meraih penghargaan Best Delegate pada ALSA Forum 2018 di Sri Lanka serta ALSA Conference 2019 di Thailand.
Prestasi internasional lainnya meliputi delegasi Universitas Indonesia dalam Harvard National Model United Nations (2018) dan terpilih sebagai Indonesia-USA 70th Youth Ambassador (2019).
Karier dan Beasiswa LPDP
Mutiara memulai karier profesional sebagai Trainee Associate hingga menjadi Associate di firma hukum Assegaf Hamzah & Partners (2021–2022).
Ia juga bekerja sebagai Policy Analyst di Strategic Policy Institute for Indonesia (2023–2024).
Pendidikan magister di program Master of Education in Education Policy and Analysis Harvard University didanai beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
>>> San Antonio Spurs ke Final NBA Usai Kalahkan Oklahoma City Thunder 111-103
Ia tergabung dalam kelompok PK-257 Dala Mawarani.
Melalui akun LinkedIn, Mutiara menegaskan komitmennya membawa nilai-nilai kebangsaan dan semangat nasionalisme selama studi di luar negeri.
“Bersama LPDP dan PK-257 saya siap melanjutkan perjalanan akademik dan mengabdi bagi bangsa.
Saya berkomitmen untuk membawa semangat nasionalisme serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Indonesia dalam setiap langkah perjalanan saya,” kata Mutiara.
Anies berharap ilmu yang diperoleh Mutiara dan Ali selama di Cambridge, Massachusetts, dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
“Terima kasih kepada semua yang telah mendoakan dan memberikan dukungan selama mereka menjalani babak kehidupan di Cambridge, Massachusetts, ini.
Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup mereka ke depan, serta ilmu yang didapat bisa menjadi bekal kontribusi Tia dan Ali bagi bangsa dan bagi lingkungan di sekitar mereka.
>>> Pemkab Lombok Tengah Segel 25 Gerai Alfamart dan Indomaret karena Zonasi
Aamiin yra,” ujar Anies.