San Antonio Spurs memastikan tiket ke Final NBA setelah menumbangkan juara bertahan Oklahoma City Thunder dengan skor 111-103 dalam pertandingan penentu Game 7 Final Wilayah Barat, Sabtu (30/5/2026) di Paycom Center.
Kemenangan ini membuat Spurs memenangi seri playoff dengan keunggulan 4-3, sekaligus mengakhiri harapan Thunder untuk mempertahankan gelar juara.
>>> Meksiko Kalahkan Australia 1-0 dalam Uji Coba Piala Dunia
Wembanyama Bersinar
Victor Wembanyama menjadi bintang dengan torehan 22 poin dan 7 rebound pada laga penentu tersebut.
Pebasket berusia 22 tahun itu terpilih secara aklamasi sebagai MVP Final Wilayah Barat dan menerima Earvin "Magic" Johnson Trophy.
Sepanjang seri final wilayah, Wembanyama mencatatkan rata-rata 27,3 poin, 10,9 rebound, 3,1 assist, 1,4 steal, dan 2,7 blok per pertandingan.
Keberhasilan ini mengakhiri penantian panjang San Antonio Spurs yang terakhir kali tampil di Final NBA pada tahun 2014.
Di babak final, Spurs akan menghadapi New York Knicks yang sudah beristirahat lebih dari 12 hari, dalam laga ulangan Final NBA 1999.
Momen Krusial dan Reaksi Pemain
Pertandingan juga diwarnai aksi krusial center cadangan Spurs, Luke Kornet, yang melakukan chasedown block terhadap Isaiah Hartenstein di kuarter keempat saat Wembanyama duduk di bangku cadangan karena foul trouble.
Sebelum laga, penyerang Spurs Devin Vassell mengaku kesulitan tidur di hotel karena tekanan besar.
"I was tossing and turning a little bit for sure," ujar Vassell.
Ia mengantisipasi gangguan suara dari taman publik di dekat penginapan tim.
"I (knew) I got to get good sleep because I (knew) they were going to be playing music out there at that park trying to keep us up.
I was trying to get as much sleep as possible," katanya.
Meski demikian, Vassell tampil energik dalam latihan pagi dan sangat bersemangat menjalani laga Game 7 pertamanya.
"You dream of this as a kid," ucapnya.
Ia merasa antusias karena timnya memiliki kesempatan besar untuk mencatatkan pencapaian luar biasa.
"Just more excited than anything. We have a chance to do something special," tuturnya.
>>> Urawa Reds Siap Hadapi Fagiano Okayama di J-League
Vassell menegaskan timnya akan bermain menekan sejak awal.
"We're just going to come out and be aggressive and be physical and be the first one to punch," cetusnya.
Ia juga menceritakan memori masa kecilnya yang sering membayangkan mencetak poin penentu di detik-detik akhir final.
"It's the NBA Finals, you shoot a shot, everybody goes crazy. You get it back, you shoot it again.
Yeah, I've done that all the time, but not recently," kenangnya.
Ketika ditanya soal rivalitas masa depan dengan Shai Gilgeous-Alexander, Vassell memilih fokus pada momen saat ini.
