Jaringan minuman teh dan es krim asal Tiongkok, Mixue, mencatatkan ekspansi pesat di Indonesia. Hingga saat ini, perusahaan telah mengoperasikan mendekati 2.600 gerai di berbagai kota besar.
Head of Public Relations Southeast Asia Region Mixue, Alexs B, menyebut Indonesia sebagai pasar utama di Asia Tenggara.
>>> AS dan Israel Rancang Skenario Politik Libatkan Mahmoud Ahmadinejad
Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya minat masyarakat terhadap produk minuman segar dengan harga terjangkau.
"Indonesia merupakan salah satu pasar utama Mixue di Asia Tenggara.
Pertumbuhan yang kami capai selama lima tahun terakhir menunjukkan tingginya penerimaan masyarakat terhadap produk dan layanan kami," ujar Alexs B.
Ia menambahkan bahwa perusahaan akan terus memperkuat investasi dan memperluas kontribusi bagi perekonomian lokal.
Secara global, Mixue memiliki 59.823 gerai di seluruh dunia hingga akhir tahun lalu. Sebanyak 55.356 gerai di antaranya berada di China daratan.
Vietnam menjadi pasar luar negeri terbesar kedua dengan 1.304 gerai per September 2024, berdasarkan prospektus IPO di Hong Kong.
>>> Transmart Gelar Full Day Sale 31 Mei 2026, Diskon Sepeda Listrik hingga 25%+20%
Di Indonesia, gerai Mixue tersebar di kota-kota utama seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Yogyakarta. Jaringan yang luas ini memperkuat posisi merek di sektor minuman segar nasional.
Ekspansi bisnis ini turut membuka lapangan kerja. Lebih dari 1.400 pelaku usaha telah bergabung sebagai mitra waralaba hingga akhir 2025.
Alexs B menekankan bahwa perluasan jaringan tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan baru.
"Lebih dari 96 persen tenaga kerja di gerai-gerai Mixue merupakan warga lokal," katanya.
Secara langsung, jaringan retail ini menyerap sekitar 12.800 tenaga kerja.
Aktivitas korporasi juga memicu lebih dari 20.000 lapangan kerja tidak langsung di sektor logistik, pengolahan bahan baku, produksi kemasan, dan renovasi gerai.
>>> Timnas Australia Hadapi Tekanan Suporter Meksiko di Pasadena
Strategi Lokalisasi dan Kepatuhan Regulasi
Mixue menerapkan strategi lokalisasi menyeluruh untuk menghadapi persaingan ketat. Langkah ini mencakup kepatuhan penuh terhadap regulasi dan penyesuaian produk dengan selera konsumen.
Seluruh aspek operasional, mulai dari bahan baku hingga rantai pasok, telah mengantongi sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Manajemen juga memastikan semua standar mengikuti ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Pendekatan budaya dilakukan melalui program promosi dan menu khusus momen penting, seperti bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
"Kami tidak hanya ingin hadir sebagai merek internasional, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Karena itu, pendekatan lokal dan pemahaman terhadap budaya menjadi prioritas kami," tutur Alexs B.
>>> Konser F FOREVER di Jakarta Obati Kerinduan Milenial
Ke depan, perusahaan berkomitmen melanjutkan ekspansi gerai dan memperkuat rantai pasok lokal guna menjaga tren pertumbuhan di pasar Indonesia yang masih menyimpan potensi besar.
