Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menghadiri Konferensi Pertahanan Asia di Singapura untuk membendung pengaruh militer China di kawasan Asia Tenggara.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan global dengan Iran.
>>> BRI Luncurkan KPR Solusi, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen
Dalam kunjungan diplomatik tersebut, Hegseth menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Vietnam, Menteri Pertahanan Filipina, serta utusan dari Malaysia.
Pertemuan itu bertujuan memperkuat sinergi regional.
Washington khawatir terhadap pesatnya perkembangan kekuatan militer China.
>>> Kapitalisasi Pasar BEI Melonjak Rp 94 Triliun meski IHSG Melemah
Sementara itu, Beijing mengklaim Presiden Xi Jinping telah mengajukan usulan perdamaian untuk Timur Tengah.
Sebelum agenda diplomasi dimulai, Hegseth sempat membakar semangat personel militer dengan mengikuti latihan fisik bersama prajurit di kapal perang USS Boxer di Singapura.
Ketegangan dengan Iran juga menjadi sorotan utama dalam kunjungan ini.
>>> BRI Dorong Pertumbuhan Usaha Zdrink Lewat Platform LinkUMKM
“Jika Iran mengambil keputusan yang salah dalam proses negosiasi, maka negara itu akan berhadapan dengan prajurit Amerika Serikat,” kata Pete Hegseth.
Di tengah gertakan terhadap Iran, Washington tetap berupaya menjaga keseimbangan politik di Asia Tenggara agar tidak memicu konflik terbuka dengan Beijing.
Pemerintah AS menekankan pentingnya stabilitas jangka panjang tanpa mengorbankan kedaulatan negara-negara sekutu di kawasan Pasifik.
>>> Ringgo Agus Rahman Tolak Tidur Terpisah dari Anak, Ini Alasannya
Hegseth menegaskan komitmen AS untuk mencegah ekspansi pengaruh China di Asia Tenggara.