Dalam menjalankan bisnisnya, Zdrink tidak hanya mengandalkan penjualan di gerai fisik. Produk-produknya juga dipasarkan melalui marketplace, bazar, hingga berbagai pameran UMKM.
Meski demikian, perjalanan usaha tersebut tidak selalu berjalan mulus.
Redi mengakui bahwa terdapat sejumlah tantangan yang pernah dihadapi, termasuk ketika produknya belum berhasil lolos dalam proses kurasi pada beberapa kegiatan UMKM.
Namun pengalaman tersebut justru menjadi motivasi untuk terus memperbaiki kualitas produk. Hal ini dilakukan agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Ekosistem Pemberdayaan Terintegrasi BRI
Komitmen BRI dalam mendukung UMKM tidak hanya diwujudkan melalui pembiayaan, tetapi juga melalui penyediaan ekosistem pemberdayaan yang terintegrasi.
Salah satu instrumen utama yang dikembangkan adalah LinkUMKM, platform digital yang dirancang untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas.
>>> Kemenkeu Terbitkan Surat Utang Non-USD untuk Kurangi Ketergantungan pada Dolar
Hingga akhir April 2026, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 16,46 juta UMKM di seluruh Indonesia.
Platform ini menjadi sarana pendampingan daring yang mendukung peningkatan kompetensi, perluasan akses pasar, serta penguatan daya saing pelaku usaha.
LinkUMKM menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi, yaitu UMKM Smart, Rumah BUMN, Media, Komunitas, Etalase Digital, Coaching Clinic, serta berbagai layanan pendukung lainnya termasuk registrasi Nomor Induk Berusaha atau NIB.
Selain itu, tersedia lebih dari 840 modul pembelajaran yang mencakup pengembangan soft skills dan hard skills. Materi tersebut dirancang untuk membantu pelaku UMKM memahami berbagai aspek bisnis.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menilai bahwa perjalanan Zdrink merupakan contoh nyata bagaimana ide sederhana dapat berkembang menjadi usaha yang memiliki karakter produk yang kuat dan berdaya saing.
Menurutnya, keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam beradaptasi terhadap perubahan pasar dan memanfaatkan teknologi digital.
"Zdrink menunjukkan bahwa ide sederhana dapat berkembang menjadi peluang usaha dengan karakter rasa yang kuat.
Konsistensi dalam menjaga cita rasa cokelat serta kemampuan beradaptasi melalui pemasaran digital menjadi modal penting agar UMKM dapat terus berkembang di tengah persaingan pasar.
Melalui LinkUMKM, BRI akan terus menghadirkan dukungan pembelajaran dan pendampingan agar semakin banyak pelaku UMKM yang mampu tumbuh dan memperluas usahanya secara berkelanjutan," kata Dhanny.
Kisah Zdrink memperlihatkan bahwa inovasi, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar menjadi faktor penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
Dukungan ekosistem pemberdayaan seperti LinkUMKM juga berperan besar dalam membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas peluang pertumbuhan.
Melalui berbagai program pembelajaran, pendampingan, serta akses terhadap teknologi digital, BRI terus berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung lahirnya lebih banyak UMKM tangguh.
>>> Lenovo Rilis Empat Monitor Gaming LOQ Baru Mulai Rp1,6 Jutaan
Dengan langkah tersebut, semakin banyak usaha lokal diharapkan mampu naik kelas dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional.
