⌂ Beranda News Kementerian PU Perkuat Irigasi Air Tanah untuk Dukung Produktivitas Tani Rote Ndao

Kementerian PU Perkuat Irigasi Air Tanah untuk Dukung Produktivitas Tani Rote Ndao

Kementerian PU Perkuat Irigasi Air Tanah untuk Dukung Produktivitas Tani Rote Ndao
Jaringan Irigasi Air Tanah di Rote Ndao
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat infrastruktur sumber daya air untuk mendukung pemerataan pembangunan dan produktivitas pertanian di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Salah satu langkah nyata adalah penyediaan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

>>> Andoni Iraola Jadi Rebutan Klub Besar Eropa Setelah Tinggalkan Bournemouth

Infrastruktur ini menjadi solusi pasokan air di lahan pertanian tadah hujan.

Peninjauan Langsung oleh Menteri PU

Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung area penerima manfaat JIAT di Desa Lekunik, Kecamatan Lobalain. Kunjungan ini untuk memastikan fasilitas beroperasi maksimal bagi petani dan memacu produksi pangan.

Dody menyatakan bahwa JIAT merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU untuk mengoptimalkan pemanfaatan air bagi kemakmuran masyarakat.

"Melalui JIAT ini, kita ingin memastikan ketersediaan air sehingga produktivitas pertanian meningkat dan ketahanan pangan semakin kuat," kata Dody dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Dody menginstruksikan agar pengerjaan JIAT di Rote tidak hanya fokus pada sumur dan pompa.

>>> Skotlandia Uji Coba Lawan Curacao Sebelum Piala Dunia 2026

Fasilitas harus terintegrasi dengan saluran tersier yang disesuaikan dengan morfologi lahan agar distribusi air lebih efektif.

Dody juga mendorong penggunaan energi yang lebih hemat, seperti panel surya, untuk mengoperasikan sistem irigasi.

Strategi ini diharapkan dapat memangkas biaya operasional pompa dan menjaga pasokan irigasi di daerah terpencil.

"Air irigasi melalui sumur bor di Desa Lekunik dibangun melalui APBN dengan anggaran Rp 1,5 miliar.

Infrastruktur ini memiliki debit air 9 liter/detik dan melayani areal pertanian seluas 10 hektare," jelasnya.

>>> Tottenham Hotspur Sepakati Kontrak Empat Tahun dengan Marcos Senesi

Kehadiran JIAT sangat penting karena Kecamatan Lobalain memiliki lahan sawah mencapai 1.395 hektare.

Pada musim tanam kedua, debit air permukaan sering menyusut, sehingga air tanah menjadi andalan petani.

Dody menambahkan bahwa pemetaan kebutuhan air secara komprehensif di seluruh zona pertanian potensial Rote Ndao harus dilakukan.

Dengan perencanaan yang matang, pembangunan sumur JIAT baru diharapkan berjalan bertahap dan tepat sasaran.

"Melalui pembangunan JIAT dan infrastruktur sumber daya air lainnya, Kementerian PU berkomitmen menghadirkan layanan dasar yang andal, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah 3T.

>>> Timnas Indonesia Uji Coba Lawan Oman dan Mozambik di GBK

Pengembangan JIAT di Rote Ndao juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan swasembada pangan sebagai prioritas nasional," katanya.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru