Produsen perlengkapan gaya hidup asal Swiss, Victorinox, meresmikan pop-up store kedua di Indonesia. Toko bernama Victorinox Experience Hub ini berlokasi di Kota Kasablanka, Jakarta.
Ekspansi ini dilakukan melalui kemitraan strategis dengan LUXASIA Indonesia. Tujuannya memperluas jangkauan pasar dan menghadirkan pengalaman ritel yang imersif bagi konsumen.
>>> Pemerintah Izinkan BLU Energi Impor Minyak dan LPG demi Ketahanan Nasional
Menargetkan Konsumen Premium
Regional Director Indonesia and Philippines LUXASIA Indonesia, Lia Amelia, menilai Indonesia sebagai pasar potensial. Pertumbuhan komunitas konsumen lokal yang selektif menjadi pendorong utama.
"Mereka mencari produk yang memiliki tujuan dan merepresentasikan identitas serta gaya hidup sehari-hari," ujarnya.
General Manager Lifestyle LUXASIA Indonesia, Hendra Purjaka, menambahkan bahwa pemilihan Kota Kasablanka didasarkan pada lokasi strategis dan visibilitas tinggi.
Profil pengunjung mal sesuai dengan target konsumen premium.
"Ruang ritel dengan lokasi dan visibilitas baik cocok dengan brand ini. Kami ingin menargetkan konsumen premium di Indonesia," ungkapnya.
>>> AMDATARA dan Badan Geologi Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Air Berkelanjutan
Reputasi kuat Swiss Army Knife menjadi modal berharga bagi Victorinox. Popularitas ini memudahkan pengenalan kategori produk lain seperti tas ransel dan koper premium.
Deputy Chief Marketing Officer Victorinox, Anna Bregvold, menyebut Indonesia sebagai pasar yang luar biasa.
"Indonesia adalah ekonomi yang terus berkembang, dan kami bersyukur menjadi bagian dari perjalanan ini," katanya.
Experience Hub di Kota Kasablanka merupakan fase awal yang strategis. Konsep toko terbuka ini bertujuan membangun interaksi langsung dengan masyarakat.
>>> Avispa Fukuoka Jamu JEF United Chiba di J1 100 Year Vision League
Rencana jangka panjang menghadirkan monobrand store di Indonesia sedang dipertimbangkan. Realisasinya akan dilakukan secara selektif dengan melihat kesiapan momentum dan lokasi.
"Kami ingin memiliki monobrand store, bahkan lebih dari satu. Namun, kami akan menunggu tempat yang tepat," jelas Anna.
Sejarah Victorinox dimulai sejak 1884 di Ibach, Swiss. Selama lebih dari 140 tahun, merek ini bertransformasi menjadi simbol presisi dan fungsionalitas khas Swiss.
Diversifikasi produk dilakukan ke sektor perlengkapan travel premium dan tas punggung. Filosofi dasar pembuatan yang mengutamakan kualitas tetap dipertahankan.
Prinsip keandalan menjadi landasan untuk menyediakan produk praktis. Koleksi dirancang mendukung mobilitas masyarakat perkotaan, dari pekerjaan hingga aktivitas akhir pekan.
>>> Empat Klub J-League Siap Bertanding di Tengah Badai Cedera
"Di Indonesia, makin banyak orang mengapresiasi produk dengan desain, fungsi, dan kualitas andal untuk kehidupan sehari-hari," kata Hendra.