⌂ Beranda News Polisi Pastikan Mahasiswa UGM dan Keluarga Tewas Keracunan Karbon Monoksida

Polisi Pastikan Mahasiswa UGM dan Keluarga Tewas Keracunan Karbon Monoksida

Polisi Pastikan Mahasiswa UGM dan Keluarga Tewas Keracunan Karbon Monoksida
Ilustrasi keracunan gas karbon monoksida di dalam tenda
A A Ukuran Teks16px

Kepolisian memastikan seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dan tiga anggota keluarganya meninggal dunia akibat keracunan gas karbon monoksida (CO).

Peristiwa tragis itu terjadi saat mereka berkemah di Taman Wisata Alam Posong, Temanggung, Jawa Tengah.

>>> Kapal Perang Rusia Tembak Peringatan ke Kapal Pesiar Inggris

Para korban terbukti menghirup gas beracun yang bersumber dari tungku arang atau briket di dalam tenda yang tertutup rapat.

Bahaya Gas Karbon Monoksida

Gas CO dikategorikan sebagai gas asfiksian yang agresif menyabotase pasokan oksigen dalam darah tanpa memicu gejala awal seperti batuk.

Spesialis Paru dari RS Paru Persahabatan, Prof Agus Dwi Susanto, SpP, menjelaskan mekanisme keracunan gas tersebut.

"Ketika gas CO terhirup, masuk ke saluran napas, lalu ke pembuluh darah di paru (alveoli). CO akan bersaing dengan oksigen mengikat hemoglobin.

>>> Bebe Rexha Rilis Album Independen Perdana DIRTY BLONDE

Kekuatan CO mengikat hemoglobin 300 kali lebih kuat daripada oksigen," jelas Prof Agus.

Tingkat keparahan keracunan terbagi dalam lima fase yang berjalan cepat.

Pada kadar 5-10 persen, korban mengalami pusing. Pada kadar 20-30 persen, timbul sesak napas dan mual.

>>> Bank Dunia Prediksi Ekonomi Indonesia Berpotensi Tumbuh Hingga 5,4 Persen

Selanjutnya, pada kadar 30-40 persen terjadi disorientasi dan pingsan. Pada kadar 40-50 persen, korban kejang dan koma.

Pada kadar di atas 60 persen, keracunan berujung pada henti jantung.

Kematian sangat rawan terjadi tanpa disadari jika korban menghirup gas saat tidur.

"Biasanya orang tidak menyadari keracunan CO karena tidak ada rasa, tidak berbau, tidak berwarna. Kalau otak kekurangan oksigen, mulai ngantuk.

>>> Gibran Rakabuming Raka Ingatkan Pelajar soal Penggunaan AI

Kalau sudah 40-50 persen, pingsan, koma, tertidur, lalu meninggal. Tidak sadar," tutur Prof Agus.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru