⌂ Beranda News Dokter Spesialis Jiwa Ungkap Alasan Lagu Viral Mudah Terngiang di Kepala

Dokter Spesialis Jiwa Ungkap Alasan Lagu Viral Mudah Terngiang di Kepala

Dokter Spesialis Jiwa Ungkap Alasan Lagu Viral Mudah Terngiang di Kepala
Ilustrasi dokter spesialis jiwa menjelaskan fenomena earworm
A A Ukuran Teks16px

Fenomena lagu viral yang terus terngiang di kepala atau earworm memiliki penjelasan ilmiah dari sisi psikologis. Dokter spesialis kedokteran jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ mengungkapkan penyebabnya.

Menurut dr Lahargo, kondisi ini berkaitan dengan efek mere exposure. Semakin sering seseorang terpapar suatu lagu, semakin akrab dan mudah diingat oleh otak.

>>> Presiden Prabowo Subianto Akhiri Kunjungan Kerja di Prancis

"Secara psikologis ini disebut efek mere exposure, yaitu semakin sering kita terpapar sesuatu, semakin akrab dan mudah disukai oleh otak," jelasnya kepada detikcom pada Jumat (29/5/2026).

Otak manusia cenderung mengingat hal-hal yang unik, lucu, sederhana, dan berulang. Paparan berulang melalui media sosial memperkuat ingatan tersebut.

"Otak manusia kadang tidak menyimpan yang paling penting, tetapi yang paling sering lewat," ujarnya.

>>> Rupiah Melemah ke Rp17.880 per Dolar AS pada 29 Mei 2026

Karakteristik lagu viral yang memiliki pola sederhana dan lirik repetitif memicu melodi cepat menempel di kepala.

Algoritma media sosial yang menampilkan lagu tersebut secara intensif turut memperkuat ingatan pendengarnya.

Dalam jangka pendek, earworm dinilai tidak berbahaya.

Bahkan dapat meningkatkan suasana hati, memicu rasa senang, menjadi hiburan ringan, hingga menimbulkan rasa kebersamaan karena mengikuti tren yang sama.

>>> Harga Bekas Innova Reborn Diesel Tahun Muda dan Spesifikasinya

Namun, dampak sebaliknya bisa terjadi pada individu yang sedang stres atau sulit fokus. Otak yang terus memikirkan lagu tersebut justru dapat memicu kejengkelan dan mengganggu aktivitas.

"Jika berlebihan, earworm dapat mengganggu fokus, menurunkan produktivitas, membuat sulit tidur, bahkan memunculkan rasa kesal," kata dr Lahargo.

Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah kuat bahwa lagu viral dapat memicu gangguan mental jangka panjang pada orang sehat.

>>> Pemerintah Tahan Harga BBM Subsidi Meski Rupiah Terpuruk ke Rp17.850

Yang lebih diwaspadai adalah kebiasaan konsumsi media sosial berlebihan karena dapat memicu otak mencari stimulasi cepat dan menurunkan rentang perhatian.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru