⌂ Beranda News Kisah Batagor Gembira: Warisan Lintas Generasi yang Terus Berkembang

Kisah Batagor Gembira: Warisan Lintas Generasi yang Terus Berkembang

Kisah Batagor Gembira: Warisan Lintas Generasi yang Terus Berkembang
Batagor Gembira, jajanan kaki lima legendaris di Depok
A A Ukuran Teks16px

Itu yang jaganya sebagian ada keluarga, sebagian ada orang lain, ada juga yang dari Banten, Bogor. Total kita karyawan 12,” ujar Imas.

Setiap hari, mereka memproduksi sekitar 100 kilogram adonan batagor. Omzet rata-rata mencapai Rp 6 juta per hari.

“Di cabang yang biasa paling dapat Rp 500 ribu, tapi kalau yang top nya masih di atas Rp 1 juta di PLN Depok, dua cabang sekitar Rp 3 jutaan dapat,” jelas Imas.

KUR BRI Bantu Ekspansi Usaha

Keberhasilan mengelola sepuluh cabang tidak membuat Imas dan Endi puas. Mereka mulai melirik potensi bisnis lain di luar batagor.

Langkah ekspansi direalisasikan setelah mendapat tambahan modal Rp 100 juta melalui KUR BRI pada akhir 2025 dengan tenor 3 tahun.

Modal pinjaman tersebut dialokasikan untuk membuka usaha Fotocopy Gembira di Sekolah Tugu Ibu.

“Jadi kemarin kita pinjam ke BRI Rp 100 juta untuk buka usaha baru Fotocopy Gembira di Sekolah Tugu Ibu,” ujar Endi.

Dana segar itu digunakan untuk biaya sewa kios Rp 15 juta per tahun, serta membeli mesin fotokopi dan perlengkapan ATK.

>>> Petugas Lapas Sragen Gagalkan Penyelundupan Narkoba di Celana Dalam

“Untuk batagornya sendiri sebenarnya karena sudah berjalan, alhamdulillah tidak perlu tambahan modal,” ujar Endi.

Proses pengajuan KUR berjalan mudah dan cepat. “Mudah banget sih BRI memudahkan, kadang belum selesai juga ditawar-tawarin lagi, jadi sangat membantu,” kata Endi.

Selain fotokopi, pasangan ini juga mengelola Mie Ayam Gembira yang lokasinya di samping Batagor Gembira cabang kedua. “Mie Ayam ini dulunya punya orang.

Cuman pas udah nggak jualan lagi, akhirnya dikasih ke Bapak, Mama belajar bumbu-bumbu. Kita yang lanjutin,” ujar Endi.

Berkat ketekunan menjalankan seluruh lini usaha, perekonomian keluarga meningkat drastis. Mereka bisa menunaikan ibadah umrah dan mengajak orang tua berlibur ke luar negeri.

“Alhamdulillah bapak mama saya bisa jalan-jalan ke luar negeri, udah ke Thailand, udah hajian, udah umrah beberapa kali.

Saya sama suami juga udah umrah beberapa kali,” ujar Endi.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa pihaknya terus menghadirkan skema pembiayaan yang mudah diakses, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

“Melalui KUR, BRI berupaya menghadirkan pembiayaan yang mudah diakses, tepat sasaran, serta berkelanjutan.

BRI tidak hanya memberikan akses modal, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas usaha agar pelaku UMKM dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sepanjang 2025, BRI menyalurkan KUR sebesar Rp 178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur. Lebih dari 60% dialokasikan ke sektor produksi, dengan porsi 64,49%.

Pada triwulan I 2026, BRI menyalurkan KUR Rp 47,09 triliun kepada 947 ribu nasabah.

>>> 5 Koleksi Mario Minardi Terfavorit untuk Wishlist Fashion

Sektor pertanian menjadi kontributor utama dengan nilai Rp 19,86 triliun atau 42,16% dari total akumulasi KUR.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru