Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah pada perdagangan Jumat pagi, 29 Mei 2026.
Berdasarkan data Investing pukul 09.01 WIB, kurs rupiah berada di level Rp17.817 per dolar AS.
>>> Video Viral Pria Jatuh dari Gedung Bertingkat Picu Perdebatan Netizen
Posisi tersebut melemah 56,2 poin atau sekitar 0,32 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Faktor Pendorong Pelemahan Rupiah
Penguatan dolar AS juga tecermin dari Indeks Dolar AS (DXY) yang naik tipis 0,02 persen ke level 98,982.
Kenaikan indeks ini menandakan dolar AS masih dominan terhadap mata uang global di tengah ketidakpastian ekonomi internasional.
>>> Telkomsel Luncurkan Paket Bola Gembira MAXStream TV untuk Piala Dunia 2026
Di sisi lain, harga emas dunia ikut bergerak naik. XAU/USD tercatat di posisi 4.508,33 atau menguat 12,50 poin (0,28 persen).
Peningkatan emas menunjukkan minat investor terhadap aset safe haven masih tinggi.
Pergerakan Mata Uang Asia dan Global
Sebagian besar mata uang Asia terhadap rupiah mengalami penguatan pada pagi ini.
Ringgit Malaysia naik 0,21 persen ke Rp4.490,41, sementara baht Thailand menguat 0,12 persen menjadi Rp546,793.
>>> IHSG 29 Mei 2026: Sempat Melemah, Kembali ke Zona Hijau
Euro terhadap rupiah juga naik 0,10 persen ke posisi Rp20.730, dan yuan China menguat tipis 0,04 persen ke Rp2.630,72.
Namun, dolar Singapura melemah 0,08 persen ke Rp13.957,03, dan yen Jepang terkoreksi 0,11 persen ke Rp111,83 terhadap rupiah.
Pergerakan pasar keuangan global masih dipengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral utama, termasuk The Fed.
>>> Investor Kripto Indonesia Kini Lebih Rasional, Tinggalkan FOMO
Ketegangan geopolitik dan perlambatan ekonomi global turut menjaga penguatan dolar AS dan menopang harga emas sebagai instrumen lindung nilai.