Nilai tukar rupiah di pasar spot ambles hingga 0,3 persen ke level Rp17.843 per dolar AS pada Jumat pagi (29/5/2026).
Penurunan ke posisi terlemah sepanjang sejarah ini terjadi sesaat setelah pembukaan perdagangan, pascalibur Idul Adha selama dua hari di pasar domestik.
>>> Gedung Putih Luncurkan Aliens.gov, Situs Imigrasi Bergaya Fiksi Ilmiah
Pelemahan mata uang garuda ini terjadi di tengah indeks dolar Amerika Serikat yang bertengger di level 98,98.
Harga minyak mentah Brent juga turun 0,29 persen ke posisi US$93,44 per barel.
Tekanan terhadap rupiah dipicu oleh kombinasi sentimen pasar atas kebijakan domestik serta kebutuhan pembiayaan besar untuk program prioritas pemerintah.
Situasi ini kontras dengan pergerakan mata uang regional lain seperti baht Thailand, ringgit Malaysia, peso Filipina, dolar Taiwan, dan yuan China yang justru menguat karena kabar kesepakatan sementara AS-Iran.
>>> IHSG Menguat ke 6.146 pada Awal Perdagangan, BREN dan CUAN Melonjak
Kebijakan pemerintah Indonesia dalam menahan transmisi kenaikan harga minyak dunia ke inflasi BBM juga turut menggerus stabilitas mata uang lokal.
Analisis Ekonom
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai bahwa kemerosotan nilai tukar mata uang nasional saat ini sudah melampaui batas fundamental jangka panjang negara.
"Pasar keuangan tidak hanya membaca data hari ini.
>>> Rebalancing MSCI dan FTSE Russell Picu Outflow Asing Rp45 Triliun
Pasar membaca arah kebijakan, kredibilitas respons, dan kemampuan negara menjaga stabilitas di tengah perubahan global yang sangat cepat," kata Fakhrul.
Pada sesi perdagangan sehari sebelumnya di pasar luar negeri, pergerakan nilai tukar rupiah bahkan dilaporkan sempat mendekati level Rp18.000 per dolar AS.
Faktor konsistensi kebijakan yang memburuk memperparah posisi mata uang domestik di mata para pelaku pasar.
Untuk pergerakan hari ini, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas Lionel Priyadi memproyeksikan rupiah akan bergerak terdepresiasi.
>>> Dokter Spesialis Jelaskan Penanganan Kista Ovarium Tanpa Operasi
Perkiraan nilai tukar sepanjang hari berada pada rentang Rp17.800 per dolar AS hingga Rp17.900 per dolar AS.