⌂ Beranda News Tren Reli Gila-gilaan Harga Perak Berbalik Arah, Analis Peringatkan Penurunan Lebih Dalam

Tren Reli Gila-gilaan Harga Perak Berbalik Arah, Analis Peringatkan Penurunan Lebih Dalam

Tren Reli Gila-gilaan Harga Perak Berbalik Arah, Analis Peringatkan Penurunan Lebih Dalam
Grafik harga perak yang menurun
A A Ukuran Teks16px

Meskipun sempat merosot ke level terendah pada 2026 di angka US$ 67,60 per ons pada 20 Maret 2026, harganya sempat merangkak naik kembali.

Namun, angka tersebut dinilai masih berada jauh di bawah level sebelum pecahnya ketegangan perang Iran.

Pada perdagangan Kamis ini, harga perak di pasar spot terpantau anjlok 3,7% ke kisaran US$ 72,13 per ons.

Sementara itu, kontrak berjangka perak AS untuk bulan terdekat juga ikut melemah 3,7% dan menetap di level US$ 72,16 per ons.

Demand destruction atau kehancuran permintaan adalah fenomena ekonomi di mana harga suatu komoditas naik begitu tinggi dan bertahan lama, hingga menyebabkan konsumen atau industri menghentikan pembelian, mencari bahan alternatif, atau memangkas kapasitas produksi mereka.

Berbeda dengan emas yang mayoritas berfungsi sebagai aset aman dan disimpan di brankas bank sentral, sekitar 50-60% permintaan perak dunia datang dari sektor industri, terutama industri teknologi hijau seperti panel surya dan kendaraan listrik.

Ketika harga perak melonjak hingga 140% pada tahun 2025 akibat spekulasi pasar dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, biaya produksi manufaktur global ikut membengkak.

>>> Rupiah Tertekan Mendekati Rp 18.000 per Dolar AS Akhir Mei

Akibatnya, para pelaku industri mulai mengurangi penggunaan perak, yang pada akhirnya memicu pembalikan arah harga sepanjang 2026 ini.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru