Harga emas dunia anjlok 1,6 persen pada perdagangan Kamis, 28 Mei 2026, hingga mencapai US$ 4.385,32 per ons troi.
Penurunan ini dipicu dominasi tekanan jual di pasar komoditas global.
>>> Tiga Klub Kolombia Tersingkir dari Copa Libertadores
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan emas masih berada dalam tren pelemahan jangka pendek.
Sebab, harga bergerak di bawah indikator Moving Average 21 dan 50.
Support dan Indikator Teknikal
Geraldo menjelaskan bahwa emas baru saja melewati area support minor yang sebelumnya menjadi level penting.
Kini, area support yang menjadi perhatian pasar berada di kisaran US$ 4.349 hingga US$ 4.247 per ons troi.
>>> Permintaan Bitcoin Melemah, Harga BTC Jauh dari Zona US$74.000
Indikator stochastic oscillator menunjukkan ruang penurunan lebih lanjut menuju area jenuh jual.
Namun, sinyal pembalikan arah belum terlihat jelas.
"Selama harga masih bergerak di bawah MA 21 dan MA 50, tekanan bearish diperkirakan masih mendominasi," ujar Geraldo.
Faktor Fundamental
Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS mendorong investor beralih dari aset tanpa bunga.
"Kondisi tersebut membuat investor cenderung memilih instrumen berbasis dolar yang menawarkan imbal hasil lebih menarik dibanding emas," tambah Geraldo.
>>> Telkomsel Setor PNBP Rp36,972 Triliun dan Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja
Ekspektasi pasar terhadap bank sentral AS yang mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka panjang juga memperkecil peluang pemangkasan suku bunga.
Jika data ekonomi tetap solid, dolar AS berpotensi semakin kuat.
Penurunan permintaan terhadap aset aman diperparah oleh membaiknya sentimen risiko global.
Pelaku pasar mulai kembali memburu aset-aset yang lebih produktif.
>>> Apple Kembangkan Fitur Anti Copet Otomatis untuk iPhone
"Pelaku pasar tetap disarankan mencermati perkembangan sentimen global, arah kebijakan The Fed, serta pergerakan dolar AS yang sewaktu-waktu dapat memicu volatilitas harga emas," tutup Geraldo.