Queensland Maroons berhasil menumbangkan tuan rumah New South Wales (NSW) Blues dalam pertandingan pertama seri State of Origin 2026.
Laga berlangsung di Accor Stadium, Sydney, pada Rabu malam, 27 Mei 2026.
>>> Crystal Palace Diunggulkan Kalahkan Rayo Vallecano di Final Conference League
Tim asuhan Billy Slater tampil dominan sejak awal babak pertama. Mereka mencetak tiga angka berturut-turut yang membuat lini pertahanan Blues kewalahan di bawah guyuran hujan.
Robert Toia mencetak angka pertama untuk Maroons setelah memanfaatkan tendangan pendek dari debutan Sam Walker. Walker kemudian sukses melakukan konversi tendangan, membawa Queensland unggul 6-0 pada menit kesembilan.
Keunggulan berawal dari kesalahan penanganan bola Stephen Crichton.
Maroons terus menambah keunggulan lewat aksi Tom Flegler dalam laga kembalinya serta Hamiso Tabuai-Fidow yang menyambar tendangan pendek lainnya.
Kesalahan berturut-turut dari tim Blues membuat posisi mereka semakin tertekan. Dalam waktu kurang dari 20 menit, Queensland unggul 18-0 sebelum sebuah penalti tambahan membuat kedudukan menjadi 20-0.
Kondisi tim NSW Blues sebelum pertandingan memang sudah pincang. Mitchell Moses dipastikan absen akibat cedera robek otot paha belakang saat sesi latihan di Gosford.
Posisi Moses digantikan oleh pemain muda Canberra Raiders, Ethan Strange. Ia menandai debutnya di arena Origin dengan berduet bersama Nathan Cleary di lini tengah.
Komentator Nine, Mat Thompson, menggambarkan situasi kepanikan di kubu tuan rumah akibat serangan cepat tim tamu. "This is a carve up from the Maroons," kata Thompson.
>>> Biksu Thudong Walk for Peace Tiba di Boyolali, Disambut Ratusan Umat
Penilaian tersebut dilontarkan saat melihat lini pertahanan NSW Blues terus ditembus oleh kombinasi serangan Selwyn Cobbo dan Hamiso Tabuai-Fidow.
Dominasi Queensland membuat tim tuan rumah tidak mampu mengembangkan permainan.
"NSW are shellshocked here," kata Mat Thompson.
Jelang berakhirnya babak pertama, NSW Blues akhirnya memperkecil ketertinggalan menjadi 20-6. Hudson Young memanfaatkan tendangan pendek Nathan Cleary setelah Victor Radley masuk dari bangku cadangan.
Namun, upaya Cameron Murray untuk mencetak angka tambahan sebelum jeda digagalkan oleh keputusan peninjauan video (Bunker). Pelanggaran terhadap Kurt Capewell menjadi penyebabnya.
Sebelum laga dimulai, mantan pemain bintang Maroons, Brent Tate, memberikan analisisnya. Ia menilai peta kekuatan kedua tim sangat seimbang pada seri tahun ini.
"It's the first time in a long time when I've looked at both teams, I feel like on paper it's pretty bloody even this year," kata Tate kepada Scotty & Izzy dari Sport Nation.
Tate juga menyoroti kehadiran Kalyn Ponga di posisi fullback serta persaingan ketat antara Mitch Barnett dan Kurt Capewell.
Keduanya rekan satu tim di Warriors, namun harus saling berhadapan membela negara bagian masing-masing.
>>> Gelombang Panas Asia Tekan Jaringan Listrik Global
"I reckon he's in a rare vein of form at the moment. He's been outstanding.
He's going to have a big bearing on the series if he can stay fit," kata Tate tentang Ponga.
Mantan pemain dengan 23 penampilan di ajang Origin itu juga mengantisipasi tingginya kecepatan permainan jika wasit Ashley Klein tidak terlalu sering meniup peluit.
"Those two boys will be trying to rip and tear each other to bits, which as a Wahs fan you're like 'oh come on boys calm it down'," ujarnya.
Antusiasme tinggi seputar laga ini terlihat dari kehadiran ribuan penggemar selama sesi latihan tim menjelang pertandingan di Sydney.
"But mate, they'll be ripping in. It's state versus state.
It is a massive rivalry," kata Tate.
Pertandingan kedua atau Game 2 dari seri State of Origin 2026 dijadwalkan akan berlangsung berikutnya.
>>> BEI Rombak Konstituen JII, Keluarkan Saham ASII dan PANI
Sementara itu, NSW Blues masih harus menghadapi ketidakpastian mengenai kondisi Latrell Mitchell yang mengalami cedera punggung.
