Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai level Rp17.789 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, kondisi fundamental ekonomi dalam negeri saat ini sebenarnya dalam posisi yang baik.
>>> Harga Samsung Galaxy A35 5G Turun Jadi Rp4,2 Jutaan di Awal 2026
"Kan ekonominya bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus.
Sebetulnya tidak masuk akal, biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental ekonomi," ujar Purbaya, Rabu (27/5/2026).
Pasar Obligasi dan Intervensi Pemerintah
Kondisi pasar obligasi domestik dilaporkan tetap terkendali dengan tingkat imbal hasil atau yield yang terjaga.
Minat investasi dari pemodal asing di pasar surat utang negara masih berjalan baik.
Pemerintah menjalankan strategi intervensi terarah di pasar obligasi dengan target suntikan dana Rp2 triliun setiap harinya.
>>> Mobil Agya Terperosok dan Terguling di Sawah Delanggu Klaten
Langkah ini menjadi faktor utama yang menjaga stabilitas imbal hasil surat utang.
Lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (26/5/2026) mencatatkan kenaikan volume penawaran masuk sebesar 11,5 persen menjadi Rp57,3 triliun.
Pemerintah menaikkan nominal pemenangan menjadi Rp38,85 triliun dari sebelumnya Rp30,30 triliun.
"Kita sudah mulai melihat aliran masuk modal asing ke pasar obligasi kita.
Ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang membantu nilai tukar rupiah dengan lebih signifikan," ujar Purbaya.
Pemerintah memastikan simulasi anggaran telah memperhitungkan berbagai risiko fluktuasi nilai tukar.
>>> BAZNAS Ingatkan Larangan Komersialisasi Aset Kurban saat Iduladha
Penghitungan ulang terhadap APBN dinyatakan tidak perlu dilakukan meski gejolak pasar berlangsung.
"Ya saya stres.
Kita sudah hitung pada waktu simulasi US$100 per barel itu asumsi rupiahnya juga sudah kita perhitungkan jadi nggak ada masalah saya nggak harus hitung ulang APBN-nya," ujar Purbaya.
Fluktuasi kurs rupiah tercatat sangat dinamis sejak pembukaan di level Rp17.749 per dolar AS, lalu turun ke Rp17.786 per dolar AS pada pukul 10:02 WIB, hingga menyentuh Rp17.794 per dolar AS pada pukul 14:04 WIB.
Kondisi eksternal dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak mentah Brent sebesar 3,22 persen ke posisi US$99,33 per barel.
>>> Santos Tundukkan Deportivo Cuenca 3-0 di Laga Pamungkas Grup D
Ketegangan geopolitik akibat serangan militer Amerika Serikat di Iran berpotensi memicu penutupan jangka panjang di Selat Hormuz yang menyumbat pasokan minyak global.
