⌂ Beranda News Ilmuwan Oxford Kembangkan Vaksin Baru untuk Darurat Ebola

Ilmuwan Oxford Kembangkan Vaksin Baru untuk Darurat Ebola

Ilmuwan Oxford Kembangkan Vaksin Baru untuk Darurat Ebola
Ilmuwan Oxford mengembangkan vaksin Ebola di laboratorium
A A Ukuran Teks16px

Para ilmuwan di Oxford University tengah mempercepat produksi vaksin baru untuk menanggulangi darurat wabah Ebola.

Formula medis ini diproyeksikan siap memasuki tahap uji klinis dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

>>> KPK Periksa Tiga Pejabat Kemenhub Terkait Korupsi Jalur Kereta

Penyebaran Ebola saat ini telah menjadi ancaman global. Dilansir dari BBC, Republik Demokratik Kongo mencatat sedikitnya 750 kasus infeksi dengan 177 kematian.

Penularan berasal dari Bundibugyo virus disease (BVD).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan status darurat kesehatan masyarakat global (PHEIC) untuk Ebola.

"Ada kemungkinan dosis vaksin tersedia untuk uji klinis dalam dua hingga tiga bulan, tetapi masih banyak ketidakpastian," kata juru bicara tim peneliti.

>>> Vidio Siarkan Eksklusif Singapore Open 2026, Ini Jadwal dan Wakil Indonesia

Tim belum dapat menjamin efektivitas formula baru. Evaluasi melalui uji pada hewan dan manusia masih diperlukan untuk memastikan khasiatnya.

Para ahli menegaskan proses dikerjakan secepat mungkin sebagai antisipasi jika wabah memburuk dan memerlukan intervensi medis eksperimental.

Proyek terpisah juga mengembangkan vaksin eksperimental Bundibugyo lain, namun diperkirakan memerlukan enam hingga sembilan bulan hingga siap diuji.

Teknologi Berbasis ChAdOx1

Kandidat vaksin ini menggunakan teknologi serupa dengan vaksin COVID-19, yaitu platform ChAdOx1 yang fleksibel dan mudah dimodifikasi.

>>> Pelita Air Gandeng Sektor Lifestyle Dongkrak Ekosistem Bisnis Lokal

Platform genetika tersebut dapat diadaptasi dalam waktu singkat untuk berbagai infeksi. Kini komponennya diubah menggunakan kode genetik dari virus Ebola Bundibugyo.

Secara teknis, rekayasa ini memanfaatkan virus flu biasa dari simpanse yang telah dimodifikasi agar aman bagi manusia.

Virus flu yang diubah berfungsi sebagai sarana transportasi untuk menyalurkan materi genetik virus Ebola ke dalam sel.

Mekanisme ini merangsang sel untuk mengenali dan memicu respons imun terhadap infeksi.

>>> BTS Raih Artist of the Year di American Music Awards 2026

Vaksin tidak akan menyebabkan infeksi atau gejala Ebola pada penerima. Fungsinya melatih sistem imun untuk membentuk perlindungan kekebalan yang kuat.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru