Boeing (NYSE: BA) masih menjadi pilihan menarik bagi investor yang menerapkan strategi beli dan tahan jangka panjang.
Faktor utama penentu masa depan pasar perusahaan kedirgantaraan ini adalah pesawat narrow-body generasi berikutnya.
>>> Permintaan AI Meledak, Roundhill Memory ETF Kumpulkan 6,5 Miliar Dolar
Pesawat komersial yang sangat dinantikan ini diperkirakan akan memasuki pasar penerbangan dalam waktu sekitar satu dekade.
Meskipun pesawat widebody penting untuk pendapatan aftermarket dan layanan margin tinggi, narrow-body merupakan fondasi keuangan Boeing.
Siklus arus kas dari narrow-body secara historis mendanai pengembangan generasi pesawat berikutnya. Boeing 737 MAX, yang pertama kali dikirim pada 2017, belum menghasilkan pengembalian finansial yang diantisipasi.
Kombinasi kecelakaan fatal, lockdown global COVID-19, dan masalah kontrol kualitas produksi berdampak parah pada keuangan perusahaan.
Tantangan operasional ini menyebabkan arus kas bebas turun drastis sementara utang perusahaan meningkat.
Konsensus Wall Street memperkirakan perusahaan tidak akan menghasilkan lebih dari 10 miliar dolar AS arus kas bebas tahunan hingga 2028.
>>> Pasar Global Pulih Kuat, Bursa Efek Kanada Catat Pencatatan Baru
Timeline keuangan ini berdampak langsung pada rencana modal jangka panjang.
Mantan CEO Boeing Dave Calhoun sebelumnya menyatakan bahwa mengembangkan pesawat narrow-body baru akan menelan biaya 50 miliar dolar AS.
Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana proyek tersebut akan didanai.
Pilihan Pengembangan Mesin
GE Aerospace (NYSE: GE) dan perusahaan patungannya dengan Safran, CFM International, saat ini mendominasi pasar mesin pesawat komersial global.
Mesin CFM menggerakkan 737 MAX dan menjadi salah satu dari dua opsi untuk keluarga Airbus A320neo.
>>> Matematika Pensiun: Mempertahankan KPR Bisa Lebih Untung daripada Melunasinya
Meskipun hubungan erat antara GE dan Boeing, perkembangan mesin dapat memaksa keputusan penting dalam dekade mendatang. CFM sedang mengembangkan program Revolutionary Innovation for Sustainable Engines (RISE).
Program RISE menampilkan desain mesin open fan tanpa saluran.
CFM melaporkan bahwa teknologi ini dapat mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 20 persen dibandingkan mesin pesawat komersial yang ada.
Airbus secara aktif menguji mesin open fan ini sebagai bagian dari inisiatif RISE.
Uni Eropa baru-baru ini meluncurkan inisiatif khusus untuk mendukung teknologi open fan yang dipimpin Safran dengan Airbus sebagai mitra utama.
Boeing saat ini diyakini lebih memilih desain mesin ducted tradisional untuk pesawat narrow-body generasi berikutnya.
>>> Investec Ajukan Izin Perbankan Penuh di Irlandia untuk Ekspansi Eropa
Pesawat narrow-body generasi baru Boeing akan menjadi faktor utama penentu masa depan saham bagi investor pasar.