Saham Nvidia mengalami penurunan hampir 2% pada Jumat (21/2/2025), gagal mengikuti reli pasar yang mendorong Dow Jones Industrial Average ke rekor baru.
Penurunan ini terjadi meski perusahaan chip AI tersebut melaporkan hasil laba kuartalan yang kuat.
>>> Uber Dikabarkan Incar Akuisisi Penuh Delivery Hero untuk Ekspansi Global
Penurunan tersebut membuat harga saham Nvidia turun sekitar 9% dari rekor tertingginya yang dicapai awal bulan ini.
Pola historis menunjukkan bahwa saham Nvidia sering mengalami penurunan singkat beberapa hari setelah pengumuman laba sebelum kembali pulih.
Opsi Pasar dan Target Harga
Harga opsi pasar saat ini mengindikasikan bahwa trader memperkirakan potensi pergerakan saham hingga 4% ke kedua arah pada akhir pekan depan.
Jika turun 4%, harga saham akan jatuh di bawah $207. Sebaliknya, kenaikan 4% dari penutupan Jumat akan mendorong Nvidia kembali ke sekitar $224, mendekati rekor sebelumnya.
>>> Kalshi Luncurkan Grup Advokasi Americans for Fair Markets untuk Pengaruhi Kebijakan
Meskipun mengalami kerugian mingguan, perusahaan semikonduktor ini tetap memiliki momentum jangka panjang yang kuat.
Harga saham telah naik 15% sejak awal tahun dan melonjak hampir 65% dalam 12 bulan terakhir, didorong oleh antusiasme investor terhadap teknologi kecerdasan buatan.
Analis pasar tetap optimistis terhadap saham Nvidia.
>>> Tesla Percepat Rekrutmen FSD di China untuk Target Otonomi
Dari 14 analis yang dilacak oleh Visible Alpha, 13 merekomendasikan beli dan hanya satu yang memberikan peringkat netral.
Target harga rata-rata mencapai $286, yang menunjukkan potensi kenaikan 33% dari level saat ini.
Analis keuangan di William Blair mencatat bahwa kinerja keuangan luar biasa dari Nvidia telah menjadi hal yang normal bagi investor.
Perusahaan tersebut terus memproyeksikan pertumbuhan di masa depan karena perusahaan teknologi besar tetap mempertahankan belanja modal yang besar untuk infrastruktur AI.
>>> Kajian Kebijakan Bahan Bakar Etanol di AS: Manfaat vs Realitas
Analis William Blair memberikan peringkat "overweight" untuk saham Nvidia.
