⌂ Beranda News AI Ubah Model Bisnis dan Perluas Peran CFO Secara Drastis

AI Ubah Model Bisnis dan Perluas Peran CFO Secara Drastis

AI Ubah Model Bisnis dan Perluas Peran CFO Secara Drastis
Ilustrasi CFO dan kecerdasan buatan mengubah model bisnis
A A Ukuran Teks16px

Peran tradisional Chief Financial Officer (CFO) mengalami perubahan yang semakin cepat akibat gangguan teknologi dan ketidakstabilan geopolitik.

Hal ini terungkap dalam survei global yang dilakukan Oliver Wyman dan New York Stock Exchange (NYSE).

>>> Tiga Saham Komputasi Kuantum dengan Potensi Kuat bagi Investor

Survei tersebut mengumpulkan tanggapan dari 494 CFO di sektor publik dan swasta. Hasilnya menunjukkan kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital menjadi katalis utama perubahan struktur perusahaan.

Sebanyak 66% responden menempatkan evolusi teknologi sebagai salah satu dari tiga kekuatan transformatif teratas.

Laporan itu menyebut teknologi "membentuk ulang model bisnis, mengubah kebutuhan tenaga kerja, dan meningkatkan persaingan teknologi di antara ekonomi utama."

Persaingan pasar dan gangguan model bisnis berada di posisi kedua dengan 54%. Sementara itu, perubahan makroekonomi dan volatilitas geopolitik memengaruhi 41% responden.

Akibatnya, para eksekutif keuangan kini memiliki tanggung jawab yang lebih luas, mencakup pemodelan skenario berkelanjutan, dukungan keputusan cepat, dan alokasi sumber daya yang gesit.

"CFO telah memperluas peran mereka di luar pelaporan dan fungsi kontrol inti selama bertahun-tahun, tetapi gangguan terkini telah mempercepat evolusi ini secara tajam," tulis Oliver Wyman.

>>> Kraken Kantongi Izin VARA Dubai untuk Ekspansi di Uni Emirat Arab

Tugas tradisional kini memiliki bobot yang lebih kecil dalam agenda eksekutif modern.

Hanya 26% pemimpin yang menyebut pelaporan keuangan dan pengelolaan data sebagai prioritas utama, sementara hanya 13% yang memprioritaskan manajemen sumber daya keuangan.

Kurang dari 10% responden memperkirakan salah satu fungsi tradisional tersebut akan meningkat kepentingannya dalam tiga tahun ke depan.

Perencanaan strategis dan transformasi perusahaan muncul sebagai tanggung jawab dominan di kalangan pemimpin perusahaan.

Tren ini konsisten di berbagai skala organisasi: 69% perusahaan kecil, 67% perusahaan menengah, 77% perusahaan besar, dan 67% perusahaan raksasa.

>>> Klaim Viral JPMorgan dan Ripple Disebut Menyesatkan

Ke depan hingga 2029, sebanyak 75% CFO memperkirakan akan terlibat dalam pengelolaan risiko strategis dan model bisnis di luar domain tradisional.

Meskipun fokus strategis pada transformasi digital sangat besar, penerapannya di operasi keuangan masih dalam tahap awal.

Hanya 8% perusahaan yang telah menggunakan alat bantu AI atau agen otonom secara luas.

Namun, 74% peserta mengonfirmasi bahwa aplikasi untuk tugas akuntansi dasar sedang dalam tahap perencanaan atau uji coba.

Anggaran pun mencerminkan momentum ini: 61% menyatakan belanja AI perusahaan akan meningkat 5% hingga 20% pada 2026, dan 16% memperkirakan pertumbuhan lebih cepat.

"Namun, kematangan penerapan masih terbatas," catat Oliver Wyman.

>>> The Best Bath Towels of 2026: Tested for Softness and Durability

"Kesenjangan itu membuat CFO sangat penting untuk menunjukkan bahwa mereka dapat mendorong perubahan secara efektif di dalam keuangan seiring mereka mengambil peran yang lebih luas di seluruh bisnis."

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru