⌂ Home › News › Film Pengkhianatan G30S PKI Tayang di Trans TV 30 September
News

Film Pengkhianatan G30S PKI Tayang di Trans TV 30 September

Poster film Pengkhianatan G30S/PKI yang tayang di Bioskop Trans TV
Film Pengkhianatan G30S PKI Tayang di Trans TV 30 September
A A Text Size16px

Bioskop Trans TV menjadwalkan penayangan film Pengkhianatan G30S/PKI pada Rabu, 30 September 2026, pukul 20.00 WIB.

Karya dokudrama ini mengulas kembali peristiwa sejarah kelam Gerakan 30 September 1965 di Indonesia.

Sutradara Arifin C.

Noer menggarap sinema propaganda era Orde Baru ini sekaligus menulis naskah skenario bersama Nugroho Notosusanto, seperti dilansir dari Detikcom.

Tayangan ini menggambarkan upaya kudeta politik oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) yang berujung pada penculikan serta pembunuhan enam jenderal dan satu perwira pertama Angkatan Darat.

Aktor Bram Adrianto memerankan karakter Col. Untung, sementara figur DN.

Aidit dimainkan oleh Syu'bah Asa.

Aktris Ade Irawan turut tampil memerankan tokoh Mrs. Nasution dalam jajaran pemeran utama.

Merujuk pada catatan di laman IMDb, jajaran pemeran pendukung mencakup Amoroso Katamsi sebagai Maj. Gen.

Suharto dan Omar Khayyam yang membawakan karakter President Sukarno.

Aktor Dani Marsuni hadir dalam jajaran pemain, didampingi Didi Sadikin yang berperan sebagai Col. Sarwo Edi serta Charlie Sahetapy selaku Lt.

Doel Arif.

Kies Slamet memerankan figur Brig. Gen.

Soepardjo. Sementara itu, sosok Ruth Pelupessy muncul sebagai Mitzi Farre, serta nama Sofia W.

D. tercatat memerankan Ruth Pelupessy.

Sinopsis Peristiwa Sejarah Kelam 1965

Alur cerita berlatar kondisi Indonesia tahun 1965 yang tengah melintasi gejolak ekonomi serta tingkat inflasi tinggi.

Narasi film menampilkan manuver PKI dalam memperluas pengaruh politik dan merancang rencana pengambilalihan kekuasaan dari pemerintahan Presiden Soeharto.

Ketegangan memuncak saat adegan provokasi di tengah warga berpadu dengan rangkaian pertemuan rahasia komando operasi yang dipimpin Letkol Untung dari Resimen Cakrabirawa.

Pasukan Cakrabirawa yang mengarahkan pergerakannya ke kediaman para jenderal target di Jakarta pada kurun 30 September hingga 1 Oktober 1965 berdalih menjalankan perintah presiden.

Perlawanan di lokasi penjemputan menyebabkan Jenderal Ahmad Yani, Letjen M. T.

Haryono, serta Brigjen D. I.

Panjaitan gugur tertembak di rumah masing-masing.

Di sisi lain, pasukan menangkap dan membawa paksa Letjen Suprapto, Mayjen S. Parman, dan Brigjen Sutoyo.

Jenderal A.

H Nasution berhasil meloloskan diri dari upaya penculikan, namun tembakan pasukan melukai putrinya, Ade Irma Suryani, hingga memicu kematian.

Ajudan keluarga, Kapten Pierre Tendean, disergap petugas setelah mengaku sebagai Nasution.

Seluruh perwira korban penangkapan dibawa menuju kawasan Lubang Buaya. Pasukan melakukan penyiksaan terhadap perwira yang masih hidup sebelum akhirnya membuang seluruh jenazah ke dalam sumur tua.

Pengambilalihan komando Angkatan Darat dilakukan oleh Mayor Jenderal Soeharto selaku Pangkostrad saat fajar untuk mengendalikan situasi keamanan.

Soeharto memimpin pasukan RPKAD merebut kembali fasilitas vital negara seperti stasiun RRI dan gedung Telekomunikasi dari penguasaan kelompok pemberontak.

About the Author
🔗 Related Post
📰 Latest Updates