Kekhawatiran terhadap kecerdasan buatan (AI) kembali mencuat. Sejumlah tokoh industri memperingatkan bahwa AI berpotensi menjadi ancaman eksistensial bagi umat manusia.
Peringatan itu disampaikan CEO OpenAI, Sam Altman, dan CEO Anthropic, Dario Amodei, dalam pengarahan pada pertemuan khusus Dewan Keamanan PBB.
Amodei menekankan bahwa AI dapat mengancam umat manusia jika dikembangkan tanpa pengawasan atau dikelola secara keliru.
Sementara Altman menyoroti kecepatan kemajuan teknologi yang mungkin melampaui kemampuan manusia untuk melakukan intervensi.
Peluang Kepunahan dalam Satu Dekade
Sejumlah tokoh industri AI sebelumnya telah menyebut kemungkinan AI berkembang hingga menyebabkan kepunahan manusia dalam satu dekade.
Mantan peneliti Anthropic, Jacob Coxon, mengungkapkan bahwa AI menimbulkan ancaman global bagi umat manusia.
Rekan Coxon di Anthropic, Evan Hubinger, memperkirakan peluang lebih dari 10 persen AI menyebabkan kepunahan manusia dalam 10 tahun ke depan.
Presiden Machine Intelligence Research Institute (MIRI), Nate Soares, meyakini pengembangan AI yang mencapai ambang batas tertentu dapat memusnahkan umat manusia.
Soares juga menulis buku berjudul If Anyone Builds It, Everyone Dies: Why Superhuman AI Would Kill Us All.
Konsep ini bukan hal baru. Sejak 1950-an, matematikawan Inggris Alan Turing telah mengemukakan kemungkinan mesin cerdas lepas kendali manusia.

