Teknologi televisi yang dapat digulung kini menjadi salah satu inovasi layar modern. Panel layar organik yang lentur memungkinkan perangkat ditekuk, digulung, atau dibentangkan seperti kertas tipis.
Ketajaman dan kejernihan gambar disebut tetap terjaga meski layar tidak lagi berbentuk bidang kaku. Perubahan ini membuat televisi bergeser dari sekadar perangkat elektronik menjadi bagian dari desain ruangan.
Menurut Mike Holland, Kepala Desain Industri di Foster + Partners, layar gulung berbasis OLED memberi keleluasaan lebih besar dalam menata ruang.
Pernyataan itu dikutip portal Hotel Designs.
Holland menilai televisi modern hampir ada di setiap ruang keluarga. Ukuran layar yang terus membesar sering mendominasi ruangan bahkan saat tidak digunakan.
Ia menyebut kehadiran televisi layar besar yang statis dapat membatasi kreativitas desain interior. Layar seperti itu juga sering dianggap sebagai elemen biasa di dunia saat ini.
Dari Kotak Kaku ke Elemen Desain
Evolusi televisi sebelumnya lebih berfokus pada fungsi internal dan kualitas tampilan. Penampilan luar perangkat kerap kurang diperhatikan.
Akibatnya, selama beberapa dekade televisi rumahan berbentuk kotak kaku dari plastik hitam atau kaca. Bentuk itu sering tampak mengganggu keharmonisan tata letak ruang keluarga.
Bagi Holland, televisi yang dapat digulung bukan hanya tonggak teknologi. Ia melihatnya sebagai perwujudan gaya hidup modern.
Teknologi ini menghadirkan dimensi baru bagi konsep hunian kontemporer yang mengutamakan ruang fleksibel, rapi, dan minimalis. Layar dapat diselaraskan dengan arsitektur serta desain interior.
