⌂ Home News IFG Life Dorong Orang Tua Kelola Empty Nest Syndrome dengan Asuransi
News

IFG Life Dorong Orang Tua Kelola Empty Nest Syndrome dengan Asuransi

Orang tua dan anak dewasa berpelukan di rumah
Orang tua dan anak dewasa berpelukan di rumah
A A Text Size16px

Fase baru kehidupan akan dihadapi orang tua ketika anak-anak mulai beranjak dewasa dan hidup mandiri di luar rumah.

Kondisi ini dikenal sebagai empty nest syndrome, yang kerap memicu perasaan sepi, cemas, hingga hilangnya rutinitas harian.

Respons emosional berupa rasa sedih saat anak meninggalkan rumah sebenarnya merupakan hal yang wajar.

Kendati demikian, dampak yang dibiarkan dalam jangka panjang berisiko memicu stres kronis yang mengganggu kesehatan fisik orang tua.

Dampak Fisik dan Risiko Penyakit

Beberapa dampak fisik yang dapat muncul antara lain gangguan tidur, perubahan pola makan, penurunan energi, serta melemahnya sistem imun tubuh.

Risiko penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung juga cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.

Oleh karena itu, kesiapan dari segi kesehatan maupun finansial menjadi krusial agar biaya pengobatan tidak membebani keluarga.

Memiliki perlindungan berupa asuransi kesehatan dan jiwa menjadi langkah penting dalam perencanaan hidup pada periode ini.

Asuransi kesehatan berfungsi menjaga stabilitas keuangan dari pengobatan tak terduga. Sementara asuransi jiwa memberikan proteksi finansial bagi pasangan.

"Setiap tahap kehidupan memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda.

Memasuki fase empty nest, masyarakat perlu mempersiapkan diri secara menyeluruh, baik dari sisi kesehatan, mental, maupun finansial, agar dapat menjalani fase kehidupan berikutnya dengan lebih tenang dan percaya diri," ujar Direktur Bisnis Individu IFG Life Fabiola Noralita.

Selain menyiapkan proteksi, masyarakat juga diimbau untuk konsisten menjaga pola hidup sehat, aktif bersosialisasi, dan menekuni aktivitas bermakna.

PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), sebagai bagian dari BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi, berkomitmen mendampingi publik lewat perlindungan komprehensif.

"Pada akhirnya, tujuan perlindungan bukan hanya memberikan manfaat ketika risiko terjadi, tetapi juga membantu masyarakat menjalani hidup dengan lebih tenang dan fokus pada hal-hal yang benar-benar bermakna," tutur Fabiola.

About the Author
📰 Latest Updates