⌂ Home News Dokter SMC Malaysia Ungkap Bahaya Gejala Senyap Penyakit Ginjal Kronis
News

Dokter SMC Malaysia Ungkap Bahaya Gejala Senyap Penyakit Ginjal Kronis

Ilustrasi penyakit ginjal kronis
Ilustrasi penyakit ginjal kronis
A A Text Size16px

Penyakit ginjal kronis (CKD) menjadi ancaman serius karena sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Kondisi ini baru disadari saat fungsi ginjal sudah menurun drastis.

Konsultan Ahli Nefrologi dan Dokter Transplantasi Ginjal di Sunway Medical Centre (SMC) Malaysia, Dr Rosnawati Yahya, menjelaskan bahwa tiga stadium pertama CKD biasanya tanpa gejala.

"Jika Anda menunggu gejala, Anda sudah terlambat," tegasnya.

Gejala yang Sering Diabaikan

Banyak pasien, terutama wanita, mengabaikan tanda awal karena mirip kelelahan biasa atau stres. Wanita juga memiliki kreatinin darah yang kerap menipu akibat massa otot lebih sedikit.

"Wanita sering menganggap gejala ini sebagai hal biasa, seperti stres, penuaan, atau perubahan hormon, bukan penyakit ginjal," ujar Dr Rosnawati.

Faktor Pemicu Utama

Data Registri Dialisis dan Transplantasi Malaysia mencatat diabetes sebagai penyebab 56 persen kasus gagal ginjal. Hipertensi menyumbang 30 persen kasus.

Deteksi dini melalui tes darah, tekanan darah, dan pemeriksaan urine sangat dianjurkan. "Protein dalam urine adalah salah satu tanda awal kerusakan ginjal.

Deteksi dini mengubah segalanya karena ada banyak pilihan pengobatan," kata Dr Rosnawati.

Pencegahan Lebih Baik dari Cuci Darah

Menekan laju penurunan fungsi ginjal menjadi krusial agar pasien tidak perlu menjalani dialisis.

"Jika kita dapat mengurangi penurunan fungsi ginjal dari 10 persen per tahun menjadi hanya 2 persen, banyak pasien mungkin tidak akan pernah membutuhkan dialisis," pungkas Dr Rosnawati.

About the Author
📰 Latest Updates