PT Aman Agrindo Tbk (GULA) mempercepat ekspansi bisnis dengan mengakuisisi pabrik gula di Sragen, Jawa Tengah.
Langkah ini bertujuan memperkuat posisi perseroan di pasar business-to-business (B2B) mulai semester II-2026.
>>> Anggun C Sasmi Resmi Jadi Juri Drag Race France Musim Keempat
Proses uji tuntas (due diligence) saat ini memasuki tahap akhir dan ditargetkan selesai pada minggu ketiga Juni 2026.
Setelah itu, penandatanganan perjanjian bersyarat akan dilakukan.
"Target penandatanganan perjanjian bersyarat kami agendakan pada minggu ketiga atau keempat Juni 2026," ujar Andreas Utomo, Presiden Direktur GULA.
Nilai transaksi akuisisi belum diumumkan secara resmi.
>>> Pangsa Pasar ChatGPT Anjlok di Bawah 50 Persen
Manajemen masih menunggu hasil penilaian independen dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang diperkirakan rampung pada Agustus 2026.
Pendanaan akuisisi sepenuhnya menggunakan kas internal perusahaan. Hal ini dilakukan untuk menjaga struktur keuangan tetap sehat tanpa menambah utang baru.
Pemilihan lokasi di Sragen didasarkan pada kedekatannya dengan sentra produksi tebu. Ini diharapkan menjamin efisiensi dan keberlanjutan pasokan bahan baku jangka panjang.
Pabrik tersebut memiliki kapasitas penggilingan tebu 1.000 ton per hari (TCD) dan mampu memproduksi gula merah sekitar 100 ton per hari.
>>> Ruben Onsu Siapkan Gugatan Hak Asuh Thalia dan Thania
Seluruh hasil produksi gula merah akan difokuskan untuk memenuhi permintaan sektor industri, seperti manufaktur makanan dan minuman, bukan untuk pasar ritel.
"Lokasi Sragen dipilih karena dekat dengan suplai tebu yang memadai.
Pabrik ini memiliki kapasitas giling 1.000 ton tebu per hari dan kapasitas produksi gula merah sekitar 100 ton per hari," jelas Andreas.
Perseroan memproyeksikan pengambilalihan operasional penuh dapat dimulai pada Juni 2026. Dengan demikian, akuisisi ini diharapkan langsung berkontribusi pada pendapatan konsolidasi tahun ini.
>>> Andrew Stanton Sutradarai Toy Story 5, Tayang Juni 2026
"Akuisisi ini akan meningkatkan nilai aset perusahaan secara konsolidasi. Selain itu, pengoperasian pabrik ini diproyeksikan meningkatkan volume penjualan dan laba usaha perseroan," pungkas Andreas.