Sebuah ledakan kuat yang diduga berasal dari bom sisa Perang Dunia II menghancurkan sembilan rumah warga di sebuah desa nelayan di Papua pada Minggu (31/5/2026) sore.
Insiden tersebut menewaskan lima orang dan melukai 19 lainnya. Seluruh korban luka telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.
Otoritas kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa penanganan dampak ledakan masih berlangsung di lokasi kejadian.
Juru bicara Kepolisian Papua, Cahyo Sukarnito, menyatakan bahwa sumber ledakan diduga kuat berasal dari bom atau mortir peninggalan Perang Dunia II.
Hingga saat ini, aparat keamanan masih melakukan pencarian terhadap tiga warga yang dilaporkan hilang pascakejadian.
Petugas juga tengah mengidentifikasi potongan jenazah korban yang ditemukan di sekitar lokasi ledakan.
Berdasarkan rekaman Kompas TV, guncangan hebat disertai bola api dan kolom asap tebal sempat memicu kepanikan warga sekitar.
Aparat kepolisian kini melakukan penyelidikan mendalam dan penyisiran di area desa untuk mengantisipasi adanya sisa bahan peledak lain.
Wilayah Indonesia merupakan medan pertempuran besar pada 1942–1945 saat Jepang menduduki Hindia Belanda sebelum direbut Sekutu.
Berbagai amunisi, bom, dan ranjau darat yang tidak meledak dari era tersebut masih sering ditemukan terkubur dan menyimpan risiko ledakan tinggi.
